Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Ekspor China Positif, Indeks Shanghai Composite Masih Tak Bergairah

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup melemah 1,87 persen atau 62,78 poin ke level 3.292,59, sedangkan indeks CSI 300 melemah 2,11 persen ke level 4.669,37.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 September 2020  |  14:40 WIB
Ilustrasi. Bursa saham China. -  Qilai Shen/ Bloomberg
Ilustrasi. Bursa saham China. - Qilai Shen/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China masih tak bergairah kendati data ekonomi menunjukkan ekspor bulan Agustus meningkat melebihi perkiraan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup melemah 1,87 persen atau 62,78 poin ke level 3.292,59, sedangkan indeks CSI 300 melemah 2,11 persen ke level 4.669,37.

Sejumlah saham melemah paling tajam dan menyentuh batas penurunan, di antaranya saham Advanced Micro Fabrication Equipment Inc yang melemah 11 persen dan Ningbo Menovo Pharmaceutical Co. Ltd. yang merosot 10 persen.

Pelemahan indeks ini terjadi meskipun China mencatatkan peningkatan ekspor pada bulan Agustus karena mitra dagang utama secara bertahap melanjutkan perbaikan aktivitas bisnis. Namun, impor China mengalami penurun secara tiba-tiba pada bulan Agustus.

Administrasi bea cukai China mengatakan ekspor dalam dolar naik 9,5 persen pada Agustus dari tahun sebelumnya, sementara impor turun 2,1 persen.

Angka itu menjadikan surplus perdagangan sebesar US$58,9 miliar untuk bulan itu. Sebelumnya ekonom memperkirakan ekspor akan meningkat 7,5 persen dan impor akan naik 0,2 persen.

Secara mengejutkan, ekspor China sangat tangguh tahun ini, didorong oleh penjualan peralatan medis dan persediaan yang terkait dengan bekerja dari rumah dan sekolah di rumah, termasuk komputer dan tablet.

Pembukaan kembali secara bertahap banyak negara di Asia dan di seluruh dunia dapat memberikan dorongan lebih lanjut untuk ekspor barang-barang China.

"Kami yakin dimulainya kembali aktivitas ekonomi di AS dan UE akan terus menguntungkan ekspor China," tulis ekonom Citigroup Inc. yang dipimpin oleh Li-Gang Liu, dilansir Bloomberg, Senin (7/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china shanghai composite index
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top