Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Data Moncer, Pendapatan XL Axiata (EXCL) Tumbuh 10 Persen Semester I/2020

EXCL membukukan pendapatan layanan (service revenue) perusahaan di sepanjang semester I/2020 sebesar Rp 12,13 triliun
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  11:18 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencatatkan kinerja yang moncer sepanjang paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan publikasi resmi perseroan, emiten bersandi EXCL ini membukukan pendapatan layanan (service revenue) perusahaan di sepanjang semester I/2020 sebesar Rp 12,13 triliun, meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh 15 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan menjadi sebesar 91 persen.

Pada enam bulan pertama tahun ini, EXCL juga berhasil meraih EBITDA Rp 6,49 triliun, lebih tinggi 37 persen dibandingkan perolehan semester I/2019. Adapun laba bersih setelah pajak pada semester ini tercatat Rp 1,74 triliun.

Secara kuartal, pada periode kuartal II/2020 ini EBITDA juga berhasil tumbuh 4 persen lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dan laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp223,80 miliar. Berbeda tipis dibandingkan laba bersih kuartal II/2019 yang sebesar Rp225,20 miliar.

Dari pos pengeluaran, beban usaha EXCL pada semester I/2020 menurun 12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Manajemen menyatakan penurunan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya beban biaya infrastruktur yang lebih rendah 23 persen YoY sebagai akibat dari adopsi IFRS 16. Kemudian biaya pemasaran juga menurun 6 persen YoY karena pergeseran pengeluaran ke digital.

Faktor selanjutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya juga menurun 21 persen YoY, terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan lalu lintas suara.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengakui bahwa meluasnya kebutuhan masyarakat atas akses internet untuk mendukung aktivitas bekerja dan belajar telah menolong perseroan selama masa pandemi Covid-19.

Dia mengatakan trafik pemakaian data memang menjadi meningkat terutama di bulan-bulan awal masa pandemi. Namun, kemudian trafik menjadi melandai karena daya beli masyarakat juga melemah seiring menurunnya kondisi ekonomi secara umum karena terdampak pandemi.

Menurutnya, saat ini belum ada yang tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir, sehingga kedepan tentunya tantangan dan tekanan yang akan dihadapi industri telekomunikasi termasuk perseroan tentunya masih akan berat.

“Tentu kami harus tetap optimis dan menyiapkan segala daya upaya untuk mengantisipasi ke depannya,” ujarnya, seperti dikutip Bisnis, Kamis (27/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata telekomunikasi Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top