Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badai Teluk Tekan Produksi, Harga Minyak Memanas

Ancaman badai membuat 82 persen produksi minyak di Teluk Meksiko dihentikan sejak Senin (24/8/2020) siang waktu AS.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  05:34 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah mengalami penguatan seiring dengan adanya badai di Teluk Meksiko yang mengurangi proses produksi.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (26/8/2020) hingga pukul 5.11 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak Oktober 2020 di bursa ICE bergerak menguat 1,62 persen ke posisi US$45,86 per barel.

Sementara itu, harga minyak berjangka jenis WTI di bursa Nymex untuk kontrak Oktober 2020 bergerak naik 0,09 persen ke level US$43,39 per barel.

Ancaman badai membuat 82 persen produksi minyak di Teluk Meksiko dihentikan sejak Senin (24/8/2020) siang waktu AS. Tidak hanya itu, ancaman itu juga menutup sekitar 57 persen produksi gas alam di wilayah itu.

Di sisi lain, harga minyak berhasil menguat karena gangguan tersebut. Kekhawatiran pasar meningkat bahwa penutupan kilang utama di Teluk Meksiko akan mengurangi ketersediaan pasokan minyak.

Selain itu, badai tersebut dapat berdampak pada aliran energi global, seperti mengganggu aliran bensin dari Eropa ke AS.

“Pasar saat ini sangat khawatir dengan kekurangan bensin, dan itu adalah konsekuensi serius dari badai tersebut,” kata Bob Yawger, direktur divisi berjangka di Mizuho Securities USA.

Tim Analis Monex Investindo Futures mengatakan bahwa harga minyak mentah bergerak variatif dan cenderung sideways karena pedagang mempertimbangkan dua sentimen penggerak harga yang bertolak belakang saling mempengaruhi pasar.

Pedagang mempertimbangkan pengurangan produksi besar-besaran di Pantai Teluk AS karena Badai Tropis Laura dan Marco yang dapat menjadi katalis positif harga, tetapi meningkatnya kasus virus corona di Asia dan Eropa telah menekan harga.

Director of Finance and Fundamental Analysis RBN Energy David Braziel mengatakan bahwa dampak penghentian operasional kilang di pasar akan sangat bergantung pada jalur badai Laura dan faktor logistik lainnya seperti jangka waktu ketahanannya.

“Total persediaan telah naik di atas tertinggi 5 tahun untuk minyak mentah, distilat, dan bensin sehingga tampaknya tidak begitu banyak berpengaruh,” ujar Braziel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak badai harga minyak mentah wti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top