Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lo Kheng Hong Borong BMTR, Ini Langkah Grup MNC Sebagai Pengendali

PT MNC Investama Tbk. (BHIT) menurut data KSEI memilih menjual saham yang dimiliki saat terjadi lonjakan harga BMTR di pasar modal.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  00:06 WIB
Lo Kheng Hong berpose di depan dinding berisi kutipan Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. - istimewa
Lo Kheng Hong berpose di depan dinding berisi kutipan Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan harga saham grup MNC akibat Lo Kheng Hong efek juga dimanfaatkan oleh pengendali untuk meraih untung.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang diterbitkan Senin (24/8/2020), entitas grup MNC sebagai pemegang saham utama PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) dan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) melepas sebagian kepemilikannya.

Data KSEI menunjukkan PT MNC Investama Tbk. (BHIT) sebagai pemegang saham pengendali BMTR menjual 2,27 juta lembar saham yang dimiliki. BHIT sendiri tercatat menguasai 6,071 miliar lembar saham BMTR. Dengan penjualan ini maka kepemilikan cangkang investasi taipan Hary Tanoesoedibjo itu turun menjadi 6,069 miliar lembar atau menjadi 39,58 persen.

Sementara itu, investor kawakan pasar modal Indonesia, Lo Kheng Hong masih mempertahankan kepemilikannya di BMTR sebanyak 942,18 juta lembar atau setara 6,14 persen.

Jika mengacu pada harga penutupan hari BMTR senilai Rp322 per lembar , maka BHIT yang meraup dana segar Rp753,64 juta.

Langkah menjual sebagian saham juga dilakukan grup MNC atas saham MNCN.

Pada tanggal yang sama dengan, PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) sebagai pemegang saham pengendali MNCN juga melepas sebagian kepemilikannya.

BMTR tercatat menjual saham MNCN sebanyak 600 juta lembar saham.

Dengan aksi ini, maka BMTR mengurangi kepemilikan di pengelola stasiun TV RCTI itu dari 42,05 persen menjadi 37,85 persen.

Persentase ini setara dengan 5,4 miliar lembar saham.

Pada saat penjualan saham oleh BMTR, harga MNCN ditutup Rp910 per lembar.

Sehingga BMTR diperkirakan mendapatkan uang tunai Rp546 miliar.

Sebelumnya, berdasarkan data Bloomberg, saham emiten berkode saham BMTR tersebut menguat 11,03 persen atau 32 poin ke level Rp322 pada perdagangan Rabu (19/8/2020). Kinerja tersebut melanjutkan penguatan 25 persen pada perdagangan hari sebelumnya. Walhasil, selama seminggu terakhir, saham BMTR sudah menguat 38,79 persen. 

Dikutip dari data Bursa Efek Indonesia, saham BMTR termasuk dalam daftar saham dengan persentase kenaikan paling signifikan selama perdagangan pekan ini. Posisinya tepat berada di bawah emiten PT Tridomain Performance Materials Tbk. (TDPM) yang harga sahamnya menguat 41,41 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG harry tanoe mncn rekomendasi saham bmtr lo kheng hong
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top