Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Reli Empat Bulan, Bursa Asia Bersiap Keluar dari Zona Merah Tahun Ini

Sektor energi dan bahan baku telah memimpin penguatan indeks dari level terendah pada Maret karena investor bertaruh pada pemulihan dalam aktivitas bisnis di tengah pencabutan lockdown secara bertahap di seluruh wilayah.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  08:48 WIB
Reli Empat Bulan, Bursa Asia Bersiap Keluar dari Zona Merah Tahun Ini
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perlahan tapi pasti, bursa saham di Asia Pasifik mulai mendaki tangga keluar dari jurang pelemahan yang diakibatkan wabah virus corona karena pemulihan terus meningkat.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,4 persen ke level 170,99 pada pukul 09.03 waktu Tokyo, bersiap untuk menghapus pelemahan tahun ini.

Indeks tersebut terus menguat dalam empat bulan berturut-turut. Sektor energi dan bahan baku telah memimpin penguatan dari level terendah pada Maret karena investor bertaruh pada pemulihan dalam aktivitas bisnis di tengah pencabutan lockdown secara bertahap di seluruh wilayah.

Bursa saham di Asia telah rebound setelah aksi jual yang menggerus kapitalisasi pasar hampir US$6 triliun, sebagian besar berkat reli saham China yang menempati peringkat di antara yang terbaik di dunia.

Di sisi lain, momentum penguatan kini mulai goyah karena sejumlah negara di Asia mencatat kebangkitan kasus virus corona. Secara global, jumlah kasus terkonfirmasi hingga saat ini telah melampaui 20 juta.

Indeks Asia Pasifik tetap sekitar 9 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Januari 2018. Indeks tersebut terus tertinggal dari Indeks S&P 500, yang naik 4,6 persen tahun ini dan didorong oleh reli saham teknologi. Sementara itu, bursa Eropa tertinggal jauh di belakang dan masih turun 10 persen pada tahun 2020.

Analis pasar IG Asia Pte Jingyi Pan mengungkapkan jika tidak ada peningkatan ketegangan perdagangan AS-China, indeks mungkin akan mempertahankan reli dengan kinerja pasar Asia Utara yang relatif lebih baik.

“Pendakian ke rekor tertinggi akan berjalan lambat mengingat proyeksi lambatnya pemulihan permintaan dan meningkatnya volatilitas jelang pemilihan umum AS,” tambahnya, seperti dikutip Bloomberg..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia indeks msci asia pacific
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top