Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BEI Bakal Degradasi Emiten yang Tidak Lulus Kriteria

BEI akan mengevaulasi dua  kali dalam setahun untuk melihat saham-saham tertentu memenuhi kriteria untuk naik papan perdagangan atau pun turun papan.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  13:10 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia bakal mendegradasi atau menurunkan emiten dari papan klasemen tertentu bila tidak memenuhi kriteria.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi mengatakan pihaknya tengah dalam rencana pengembangan untuk mekanisme evaluasi saham penghuni papan.

“BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan sedang mematangkan konsep dan mengembangkan pembagian papan dan mekanisme perdagangannya di Bursa. Ini menjadi bagian dari transformasi pencatatan, perdagangan dan pengawasan transaksi bursa,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Dengan begitu, kata Hasan, regulator dapat menegaskan perbedaan kriteria antar papan dan menjadi bagian peningkatan perlindungan bagi para investor. Hasan menambahkan pada program pertama regulator akan membentuk mekanisme evaluasi periodik.

Jadi, BEI akan mengevaulasi dua  kali dalam setahun untuk melihat saham-saham tertentu memenuhi kriteria untuk naik papan atau pun turun papan. Menurutnya saat ini pasar modal hanya mengenal naik ke papan di atas. Namun, nanti setelah dievaluasi emiten dapat turun ke papan di bawahnya antara papan utama dan papan pengembangan.

“Kami harapkan perusahaan tercatat akan semakin memacu kinerja perusahaannya dan bagi investor akan lebih memberikan acuan dalam berinvestasinya,” katanya.

Hasan menambahkan saat ini BEI memiliki 3 papan pencatatan, yakni papan akselerasi, papan pengembangan, dan papan utama. Untuk dapat lebih menjaga kualitas saham di Papan Utama, BEI berencana untuk menerapkan kriteria tertentu sehingga emiten yang tidak memenuhi kriteria tersebut akan turun dari papan utama ke papan pengembangan.

Menurutnya untuk tetap dapat tercatat di papan utama harus memiliki fundamental bagus, likuditas stabil, free float dan investor banyak, governance bagus sehingga papan utama dapat menjadi role model bagi emiten yang tidak di papan utama.

“Tentu pada proses selanjutnya, kami akan mensosialisasikan hal ini terlebih dahulu kepada para pelaku, dan mengundang masukan dan usulan untuk mematangkan pengembangan ini,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top