Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Inocycle Technology (INOV) Tergerus Selisih Kurs

Direktur Inocycle Technology Group Victor Choi menyampaikan dampak pandemi terhadap perekonomian global turut berdampak terhadap bisnis perseroan pada kuartal II/2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Agustus 2020  |  11:53 WIB
Inocycle adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi Recycled Polyester Staple Fiber ("Re/PSF") dengan mengolah plastik daur ulang tanpa limbah. / Inocycle
Inocycle adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi Recycled Polyester Staple Fiber ("Re/PSF") dengan mengolah plastik daur ulang tanpa limbah. / Inocycle

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten daur ulang sampah PT Inocycle Technology Group Tbk. membukukan penjualan yang relatif stabil pada semester I/2020. Namun, kerugian akibat selisih kurs membuat laba emiten bersandi saham INOV ini tergerus bahkan merugi.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2020, INOV mencatatkan penjualan bersih senilai Rp235,2 miliar atau turun 0,72 persen dari pencapaian periode yang sama tahun lalu senilai Rp236,92 miliar.

Pada saat bersamaan, perseroan berbalik rugi senilai Rp8,13 miliar pada paruh pertama tahun ini dari posisi laba Rp16,72 miliar pada semester I/2019.

Direktur Inocycle Technology Group Victor Choi menyampaikan dampak pandemi terhadap perekonomian global turut berdampak terhadap bisnis perseroan pada kuartal II/2020. Perseroan pun menderita rugi akibat selisih kurs pada periode tersebut.

Adapun, bisnis inti perseroan yaitu daur ulang sampah botol plastik menjadi serat daur ulang atau Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) masih menjadi kontributor utama pendapatan INOV pada semester I/2020 sebesar 72,3 persen.

“Untuk operasi bisnis yang stabil dan efisien, selain Re-PSF kami juga memperluas bisnis homeware dan non-woven seiring dengan meningkatnya tren penggunaan bahan daur ulang dalam gaya hidup masyarakat untuk kelestarian lingkungan,” kata Victor melalui keterangan resmi, Jumat (7/8/2020).

Victor menunjukkan bahwa penjualan peralatan rumah tangga atau homeware dan produk bukan tenunan atau non-woven mulai meningkat pada semester I/2020.

Penjualan homeware meningkat 119 persen secara year-on-year pada Januari—Juni 2020 dan berkontribusi sebesar 10,2 persen terhadap total pendapatan.

Selanjutnya, penjualan non-woven meningkat 21 persen yoy atau berkontribusi sebesar 17,3 persen terhadap total pendapatan.

Victor mengingatkan bahwa bisnis inti INOV yang bergerak dalam segmen daur ulang sampah botol plastik (PET) bertujuan menciptakan nilai ekonomi dari sampah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Hal itu sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia untuk mengurangi sampah plastik ke laut sebesar 70 persen pada 2025. Salah satu kontribusi INOV untuk mendukung program pemerintah adalah melalui aplikasi Plasticpay.

“Plasticpay diciptakan untuk merubah pola pikir bahwa botol plastik yang telah dipakai bukanlah sampah, melainkan produk yang dapat diperpanjang fungsinya. Plasticpay diharapkan dapat mengamankan rantai pasok sampah botol plastik sebagai bahan baku Re-PSF,” sambung Victor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten plastik dan kemasan Inocycle Technology Group
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top