Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Masih Rawan Koreksi, Ini Saham Jagoan MNC Sekuritas

Tim Riset MNC Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG pada Rabu (5/8/2020) menguat sebesar 1 persen ke 5.127 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Agustus 2020  |  06:24 WIB
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melihat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (3/8/2020). Pada penutupan perdagangan awal pekan, IHSG ditutup melemah 2,78 persen atau 143,4 poin ke level 5.006,22. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – MNC Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih rentan mengalami koreksi.

Dalam laporan hariannya, Tim Riset MNC Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG pada Rabu (5/8/2020) menguat sebesar 1 persen ke 5.127 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi.

Pada perdagangan hari ini, Kamis (6/8/2020), MNC Sekuritas mengatakan pergerakan IHSG masih akan cenderung menguat terlebih dahulu. Namun, apabila IHSG belum mampu menembus level resistance pada 5.162, IHSG akan kembali terkoreksi.

“Selama IHSG belum mampu menembus resistance tersebut, maka IHSG masih rentan terkoreksi 4.809-4.900 atau idealnya ke arah 4.680-4.730 sebagai target koreksi dari wave [c] dari wave 4 pada skenario biru atau wave B pada skenario merah,” demikian kutipan riset tersebut.

Level support IHSG yang ditetapkan MNC Sekuritas hari ini berada di level 4.977 dan 5.080 sementara resistance pada kisaran 5.150, hingga 5.162. 

MNC Sekuritas juga merekomendasikan trading buy dan sell untuk sejumlah saham. Berikut adalah penjelasannya:

EXCL - Buy on Weakness (Rp2.480)

Pada perdagangan kemarin (5/8) EXCL ditutup menguat 1,6 persen ke level Rp2.480. Kami memperkirakan terdapat dua skenario pada EXCL, meskipun sama-sama menguat, namun penguatan EXCL pada skenario merah akan berlangsung dalam jangka pendek saja untuk membentuk wave [iv] sehingga EXCL rentan untuk terkoreksi kembali. Namun, pada skenario biru saat ini EXCL sedang berada pada awal dari wave (C), dengan catatan EXCL tidak kembali terkoreksi ke bawah Rp2.330.

Buy on Weakness: Rp2.400-Rp2.460

Target Price: Rp2.600, Rp2.800

Stoploss: below Rp2.330

GGRM - Buy on Weakness (Rp50.700)

Kemarin (5/8), GGRM menguat dan menembus resistancenya di Rp50.600. Kami perkirakan saat ini GGRM sedang berada di awal dari wave C, sehingga GGRM masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: Rp49.675-Rp50.400

Target Price: Rp53.000, Rp55.000

Stoploss: below Rp47.200

INKP - Buy on Weakness (Rp8.325)

INKP ditutup menguat 1,8 persen pada perdagangan kemarin (5/8) dan kami perkirakan saat ini posisi INKP sedang berada pada awal wave (iii) dari wave [v] dari wave C, sehingga INKP berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Skenario ini akan gagal bila INKP terkoreksi menembus Rp7.275.

Buy on Weakness: Rp7.975-Rp8.275

Target Price: Rp8.700, Rp9.200

Stoploss: below Rp7.275

ADRO - Sell on Strength (Rp1.050)

Pergerakan ADRO kemarin (5/8) menguat 1,4 persen ke level Rp1.050 dan penguatannya tertahan oleh MA5 dan MA60. Kami memperkirakan saat ini posisi ADRO sedang berada di awal wave [iv] dari wave C dari wave (B), hal ini berarti penguatan ADRO akan relatif terbatas dan berlangsung dalam jangka pendek. Setelahnya, ADRO rentan terkoreksi kembali untuk membentuk wave [v] ke area terdekat di Rp1.000 dan idealnya diperkirakan di Rp925.

Sell on Strength: Rp1.050-Rp1.085

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top