Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satu Hari Jelang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Lagi-lagi Melemah

Rupiah sempat menguat setelah dibuka pada Rp14.565 per dolar AS. Namun, mata uang garuda mendapat tekanan dan melemah 43 poin dari posisi penutupan perdagangan kemarin.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  10:35 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (22/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah satu hari menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 43 poin atau 0,29 persen ke posisi 14.673 per dolar AS pada pukul 10.09 WIB. Pada perdagangan hari ini, Selasa (4/8/2020), rupiah dibuka di posisi Rp14.565 per dolar AS. Adapun, pada penutupan sehari sebelumnya, rupiah bertengger di posisi Rp14.630 per dolar AS atau melemah 30 poin.

Kinerja rupiah di awal perdagangan hari ini bertolak belakang dengan tren mata uang asia. Rupiah menjadi mata uang Asia yang melemah bersama peso Filipina, yen Jepang, dan rupe India.

Sementara itu, indeks dolar terpantau melemah 0,07 ppersen ke posisi 93,4750. Indeks ini mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Suabi sebelumnya menjelaskan perpanjangan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta hingga dua pekan ke depan akan berakibat terhadap fatal terhadap pertumbuhan ekonomi (PDB) Kuartal III/2020.

Ibrahim mengatakan terdapat kemungkinan penurunan bahkan kontraksi sehingga Indonesia bisa masuk dalam fase resesi. Untuk diketahui, esok Badan Pusat Statistik akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2020.

Sejumlah ekonom memprediksi penurunan ekonomi pada kuartal II/2020 akan semakin dalam menyusul jebloknya seluruh komponen yang menjadi penopang produk domestik bruto. Secara konsensus, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi terkontraksi 4,7 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top