Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Mobil Terkoreksi, IPCC Menelan Rugi

Perseroan dalam waktu dekat akan mengumumkan revisi target pendapatan dan laba bersih. Hal itu sejalan dengan proyeksi dari produsen otomotif yang berencana mengurangi produksi.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  18:51 WIB
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Mobil diparkir di kawasan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) di Jakarta, Rabu (12/9/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dalam waktu dekat akan segera merevisi target pendapatan dan laba bersih.

Direktur Komersial Indonesia Kendaraan Terminal Arif Isnawan mengatakan bahwa perseroan mengalami dampak yang berat akibat pandemi Covid-19. Pasalnya pada semester I/2020, anak usaha BUMN itu membukukan kerugian Rp237,78 juta.

“Kami mengalami kerugian pada semester I/2020 karena pada April dan Mei kapasitas terpakai di terminal hanya 25 persen sampai 30 persen. Selain itu pemberlakukan PSAK 71 dan 73 juga berdampak besar,” katanya pada Selasa (4/8/2020).

Arif menambahkan standar akutansi anyar itu juga membuat biaya amortisasi perseroan membengkak menjadi Rp35 miliar. Menurutnya hal itu membuat beban tambahan di catatan keuangan menjadi besar. Biaya amortisasi meliputi biaya sewa dan lainnya.

Oleh sebab itu, perseroan dalam waktu dekat akan mengumumkan revisi target pendapatan dan laba bersih. Hal itu sejalan dengan proyeksi dari produsen otomotif yang berencana mengurangi produksi.

“Pasti akan ada revisi target dalam waktu dekat. Kami telah melakukan roadshow ke produsen mobil yang menyatakan akan ada koreksi produksi dan pasti berimbas pada pendapatan kami,” katanya.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebelumnya memproyeksikan realisasi penjualan kendaraan bermotor roda empat atau lebih pada 2020 terkontraksi sekitar 40 persen hingga 50 persen atau hanya mencatatkan penjualan sebanyak 600.000 unit.

Arif berharap pada kuartal III dan kuartal IV pendapatan dapat kembali tumbuh setelah pada kuartal II terjadi penurunan signifikan. Perseroan berencana melakukan efisiensi untuk mengurangi beban.

Meski demikian, masih belum jelas sektor mana saja yang akan diefisiensikan oleh perseroan. Arif hanya mengatakan akan mengoptimalkan fasilitas di beberapa pelabuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Produksi Mobil IPCC Terminal
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top