Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Laba Pengelola Pizza Hut (PZZA) Turun Hampir 90 Persen

Sepanjang semester I/2020, PT Sarimelati Kencana Tbk. hanya mengantongi laba Rp10,47 miliar, turun 89 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  11:35 WIB
Restoran Pizza Hut. PT Sarimelati Kencana Tbk. merupakan pemegang lisensi warabalab Pizza Hut di Indonesia. Pada 2018, jaringan restoran maupun gerai Pizza Hut yang dikelola mencapai 378 titik di seluruh Indonesia - sarimelatikencana.co.id
Restoran Pizza Hut. PT Sarimelati Kencana Tbk. merupakan pemegang lisensi warabalab Pizza Hut di Indonesia. Pada 2018, jaringan restoran maupun gerai Pizza Hut yang dikelola mencapai 378 titik di seluruh Indonesia - sarimelatikencana.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelola gerai restoran Pizza Hut di Indonesia PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) mencatat penurunan laba yang drastis sepanjang semester I/2020.

Per 30 Juni 2020, Sarimelati Kencana hanya meraup laba Rp10,47 miliar, turun hampir 90 persen dibandingkan dengan periode 30 Juni 2019. 

Secara umum, pendapatan emiten bersandi saham PIZZA itu mencapai Rp1,82 triliun atau turun 6,06 persen secara tahunan. Penjualan di wilayah di Jakarta masih menjadi mesin uang bagi Sarimelati Kencana kendati di wilayah tersebut diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Penjualan di Jakarta mencapai 40,24 persen dari total penjualan PZZA. Sementara itu wilaya lain yang juga memberikan kontribusi adalah Jawa dan Bali. Kontribusi dua wilayah itu mencapai 30,81 persen.

Namun, beban pokok penjualan dan beban operasi yang meningkat, tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan operasi lainnya akhirnya membuat laba bersih perseroan anjlok.

Perusahaan yang tergabung dalam Grup Sriboga tersebut juga mencatatkan lonjakan dari pos liabilitas sebesar 44 persen dibandingkan dengan periode akhir tahun lalu menjadi Rp1,1 triliun.

Sekretaris Perusahaan Sarimelati Kencana Kurniadi Sulistyomo mengatakan kenaikan liabilitas dengan jumlah sebesar Rp338,49 miliar tersebut disebabkan oleh faktor dampak pemberlakuan PSAK 73 serta penarikan fasilitas utang perbankan oleh perseroan.

“Perseroan melakukan penarikan fasilitas pinjaman utang bank jangka pendek dari MUFG Bank Ltd, cabang Jakarta yang ditujukan untuk modal kerja perseroan dengan jumlah sebesar Rp50 miliar,” tulis Kurniadi melalui keterangan resmi, Senin (3/8/2020).

Perseroan juga melakukan penarikan fasilitas pinjaman utang bank jangka pendek dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. yang ditujukan untuk penerbitan surat kredit berdokumen atas unjuk (Sight Letter of Credit – L/C) dengan jumlah sebesar Rp19,5 miliar.

Menjelang penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (4/8/2020), saham PZZA terpantau naik 5 poin atau 0,85 persen ke posisi 595. Saham PZZA dibuka di level 585 dan bergerak di rentang 585 s.d 600. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten pizza hut sarimelati kencana
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top