Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Matahari Department Store (LPPF) Diproyeksi Pulih Semester II/2020

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan secara kumulatif, pendapatan emiten bersandi LPPF pada semester I/2020 yang sebesar Rp2,2 triliun berada di bawah perkiraannya dan di bawah perkiraan konsensus.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Agustus 2020  |  15:35 WIB
Pengunjung di gerai Matahari Department Store Pasaraya, Jakarta, Kamis (21/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung di gerai Matahari Department Store Pasaraya, Jakarta, Kamis (21/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah anjlok pada semester I tahun ini, khususnya di triwulan kedua, kinerja PT Matahari Departement Store Tbk. diprediksi bakal kembali bersinar di paruh kedua tahun ini.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan secara kumulatif, pendapatan emiten bersandi LPPF pada semester I/2020 yang sebesar Rp2,2 triliun berada di bawah perkiraannya dan di bawah perkiraan konsensus.

“Hanya mencapai 32 persen dan 33 persen dari estimasi kami dan konsensus untuk pendapatan LPPF di tahun ini,” ungkapnya dalam riset yang dikutip Bisnis, Minggu (2/8/2020).

Di sisi lain, meski top line lemah, pada periode enam bulan pertama tahun ini perseroan berhasil membukukan gross profit margin (GPM) lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tercatat, GPM semester I/2020 adalah 61,4 persen, sedangkan pada semester I/2019 hanya 59,2 persen.

“Ini karena perusahaan tidak harus menerapkan banyak diskon untuk meningkatkan traffic toko,” tulis Christine.

Sementara itu dari sisi bottom line, pada triwulan II/2020 perseroan membukukan kerugian bersih Rp263,9 miliar, membengkak dari kerugian di triwulan I/2020 yang sebesar Rp94 miliar.

Adapun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perseroan berbalik rugi karena pada Q2/19 berhasil mencetak laba Rp1 triliun. Secara kumulatif, kerugian bersih LPPF mencapai Rp357,9 miliar semester I/2020, berbanding terbalik dengan laba bersih di semester I/2019 yang sebesar Rp1,1 triliun.

Meskipun demikian, memasuki semester II/2020 Christine memproyeksikan kinerja perseroan dapat pulih secara bertahap seiring sejumlah langkah yang ditempuh manajemen untuk mengerek top line mereka seperti seperti penghapusan merek yang berkinerja buruk dan pengurangan modal kerja.

“Perusahaan telah memperlihatkan kemajuan yang stabil sejak Mei dengan peningkatan berurutan setiap minggu. Penjualan Juli memenuhi target manajemen, sehingga dapat menjadi awal yang lebih baik untuk kinerja paruh kedua ini,” tutur Christine.

Pun, meski menutup beberapa toko yang berkinerja tidak baik dan habis masa kontrak, perseroan juga membuka beberapa toko baru, yakni satu toko pada Mei dan dua toko lain pada Juli.

Selain sejumlah langkah tadi, Christine menilai upaya-upaya lain seperti improvisasi penataan barang di dalam toko dan penyederhanaan kategori produk berdampak positif bagi penjualan perseroan.

“Ternyata toko yang baru dibuka ini menarik lebih banyak orang daripada yang diperkirakan sebelum COVID-19,” imbuhnya.

Sementara itu, perseroan juga tengah merestrukturisasi keseluruhan tokonya dan tengah menanti sejumlah sosok baru untuk masuk dalam jajaran direksi perseroan. Diharapkan ini juga dapat turut mendongkrak produktivitas.

“Meskipun masih terlalu dini untuk menilai apakah bisnis yang direstrukturisasi akan berhasil, kami ingin percaya bahwa 2021 akan menjadi tahun yang lebih baik bagi perusahaan,” kata Christine.

Dengan basis yang rendah pada tahun 2020, dia memperkirakan pendapatan LPPF akan tumbuh sebesar 64 persen yoy di tahun depan. Proyeksi ini sudah termasuk risiko kerugian termasuk penutupan toko karena penerapan kembali PSBB serta penurunan ekonomi.

Untuk itu, dia merekomendasikan “Beli” untuk saham LPPF dengan target harga (target price /TP) Rp1.500. TP ini lebih rendah dari yang sebelumnya dia tetapkan yakni Rp1.700 per saham.

“Kami menyesuaikan target harga lagi karena hasil Q2/20 yang lebih lemah dari perkiraan,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari department store
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top