Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akibat Pandemi Covid-19, Matahari Department Store (LPPF) Merugi Rp357,87 Miliar

Kerugian timbul karena pendapatan Matahari Departmen Store turun tajam dalam periode enam bulan pertama 2020.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  13:06 WIB
Pengunjung di gerai Matahari Department Store Pasaraya, Jakarta, Kamis (21/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung di gerai Matahari Department Store Pasaraya, Jakarta, Kamis (21/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA- Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) melaporkan kerugian pada semester pertama tahun ini sebesar Rp357,87 miliar. Kerugian timbul akibat berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk membendung penyebaran virus pemerintah Covid-19 seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB(.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan yang dikutip Bisnis, Jumat (31/7/2020), per 30 Juni 2020, Matahari mencatatkan penurunan pendapatan bersih 62,12 persen secara tahunan menjadi Rp2,25 triliun.

Sepanjang paruh pertama tahun 2020, pertumbuhan same store sales growth (SSSG) tergerus hingga 62,9 persen disebabkan penurunan pos yang sama pada kuartal II/2020 yakni 83,7 persen. Adapun, berdasarkan segmennya, pendapatan dari penjualan produk eceran di wilayah Jawa masih menjadi penopang bisnis perseroan.

Melalui rilis persnya, manajemen menyatakan pandemi Covid-19 telah secara signifikan berdampak pada operasi emiten berkode saham LPPF tersebut pada kuartal kedua tahun ini.

Sebagai tindak lanjut, emiten yang tergabung dalam Grup Lippo tersebut mengambil langkah pengurangan biaya secara menyeluruh, termasuk upaya untuk memperoleh keringanan sewa, yang telah menghasilkan penurunan pengeluaran operasional sebesar 53,8 persen pada kuartal kedua.

Pada saat yang sama, perseroan meningkatkan pinjaman menjadi Rp2,07 triliun sebagai dukungan untuk pembayaran kepada pemasok.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor mengatakan mengingat terjadinya pandemi Covid-19 serta upaya perseroan untuk merestrukturisasi bisnis, pihaknya akhirnya memutuskan untuk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik.

“Sampai saat ini, kami telah menutup enam gerai format besar pada tahun 2020. Pada saat yang sama, kami membuka satu gerai baru di Palembang pada Mei 2020, dan dua gerai baru di kota Depok dan Tangerang pada Juli 2020,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (30/7/2020).

Penambahan gerai tersebut menjadikan jumlah gerai format besar perseroan menjadi 154 gerai sehingga perseroan bermaksud mengakhiri tahun ini dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar yang menguntungkan.

Terry menambahkan, selama penutupan sementara yang disebabkan oleh pandemi, saluran penjualan daring Matahari menjadi fokus operasional perseroan. Hal ini terlihat dari penjualan dari segmen lain-lainnya yang melonjak 215,85 persen secara tahunan menjadi Rp778 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari department store Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top