Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap-siap, Rekor Harga Emas Berpotensi Jebol Lagi

Harga emas sepanjang Juli 2020 telah naik 11 persen. Kinerja tersebut menuju rekor bulanan terbaik selama delapan tahun terakhir. 
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  18:31 WIB
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam telah mengalami lonjakan signifikan selama Juli 2020. Harga emas Antam kini dibanderol di level Rp1 juta per gram. - mind.id
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. Harga emas 24 karat Antam telah mengalami lonjakan signifikan selama Juli 2020. Harga emas Antam kini dibanderol di level Rp1 juta per gram. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas semakin kinclong dan tinggal sejengkal lagi menyentuh level US$2.000 per troy ounce. Kinerja dolar AS yang melempem ditambah dengan angka kasus Covid-19 yang terus bertambah membuyarkan harapan akan pemulihan perekonomian.

Dilansir dari Bloomberg, harga emas sempat menyentuh level US$2.000 pada perdagangan hari ini, Jumat (31/7/2020). Hingga pukul 06.40 Waktu New York atau 17.40 Waktu Jakarta, harga emas berjangka Comex menyentuh level US$1.992,8 per troy ounce atau naik 1,32 persen dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya.

Sementara itu, harga emas di pasar spot tercatat  US$1.974,24 per troy ounce atau naik 0,88 persen. Harga emas di pasar spot bahkan sempat menyentuh level US$1.986,36 pada awal perdagangan, sebuah rekor baru harga emas di pasar spot.

Bila dikonversi ke rupiah dan gram, level harga emas Comex setara Rp1.027.651 per gram sedangkan harga emas spot Rp1.018.235 per gram. Harga tersebut mengacu pada kurs Rp14.641 per dolar AS.

Dalam catatan Bloomberg, harga emas sepanjang Juli 2020 telah naik 11 persen. Kinerja tersebut menuju rekor kinerja bulanan terbaik selama delapan tahun terakhir. 

Kekhawatiran terkait dampak pandemi membuat pemilik dana berbondong-bondong memburu aset aman seperti emas. Sejumlah stimulus yang akan diberikan oleh bank sentral di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat juga menjadi bahan bakar kenaikan harga emas.

Di sisi lain, kenaikan harga emas juga mengerek harga perak. Harga perak di pasar spot naik 2,9 persen menjadi US$24,16 per troy ounce. 

"Kami tetap bullish dengan emas dan perak, tidak akan terkejut jika melihat kenaikan spekulatif pada perak," ujar Managing Director MK Dubai Frederic Panizzutti. 

Dia meyakini tinggal menunggu waktu saja harga emas menyentuh level US$2.000 per troy ounce. Begitu juga dengan harga perak yang diperkrakan bakal menembus level US$30 per troy ounce.

Dengan lebih banyak stimulus, Goldman Sachs Group Inc. mengatakan bahwa emas adalah mata uang pilihan terakhir di tengah ancaman inflasi terhadap dolar. Goldman memperkirakan harga emas akan reli ke US$ 2.300. Bank of America Corp juga memprediksi harga emas bisa melonjak hingga US$3.00.

Berbeda dengan Goldman dan Bank of America,  JPMorgan Chase & Co melihat reli harga emas akan mulai kendur di akhir tahun. Bila menyentuh US$2.300 per troy ounce, harga emas dalam satuan gram dan rupiah setara Rp1.186.493 per gram.

Hari ini, harga emas 24 karat Antam dibanderol Rp1.016.000 per gram, naik lebih dari Rp100.000 hanya dalam sebulan. Adapun harga emas Antam yang dijual di Pegadaian dibanderol lebih tinggi, yaitu Rp1.030.000 per gram. Bila prediksi Goldman tepat, harga emas di dalam negeri berpotensi mengalami kenaikan 16,78 persen dari posisi hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Emas Antam

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top