Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tembus US$1.970, Harga Emas Bidik Kenaikan Bulanan Terbesar

Pada perdagangan Jumat (31/7/2020) pukul 10.44 WIB, harga emas spot naik 0,71 persen atau 13,94 poin menjadi US$1.970,58 per troy ounce.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 31 Juli 2020  |  11:11 WIB
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. -  Carla Gottgens / Bloomberg
Seorang karyawan memegang beberapa butiran emas di Perth Mint Refiner. - Carla Gottgens / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas mengalami penguatan di tengah pelemahan dolar AS. Emas pun menuju kenaikan bulanan tertinggi dalam 4 tahun terakhir.

Pada perdagangan Jumat (31/7/2020) pukul 10.44 WIB, harga emas spot naik 0,71 persen atau 13,94 poin menjadi US$1.970,58 per troy ounce. Adapun, emas Comex kontrak Desember 2020 naik 1,10 persen atau 21,7 poin menuju US$1.988,5 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS koreksi 0,38 persen atau 0,352 poin menuju 92,669.

Monex Investindo Fututes dalam laporannya menyebutkan harga emas pada Jumat (31/7) berada di jalur untuk kenaikan bulanan terbaik mereka dalam empat tahun terakhir.

Harga emas ditopang melemahnya dolar AS dan kekhawatiran terhadap penurunan ekonomi global yang disebabkan meningkatnya kasus Covid-19, sehingga mendorong investor untuk memburu aset safe haven emas.

"Harga emas telah naik sekitar 10 persen di sepanjang bulan ini, ini menjadi kenaikan dalam tingkat persentase terbesar sejak Februari 2016. Logam mulia juga berada di jalur untuk kenaikan mingguan kedelapan beruntun," papar Monex.

Indeks dolar AS melemah ke level terendah lebih dari dua tahun terhadap berbagai mata uang utama setelah Presiden AS Donald Trump menyarankan pemilu ditunda. Melemahnya dolar AS membuat harga emas menjadi lebih murah untuk pemilik mata uang lainnya.

Sementara itu, sudah lebih dari 17,15 juta orang yang dilaporkan terinfeksi virus corona secara global dan telah sebanyak 668.419 orang yang meninggal dunia.

Lonjakan kasus Covid-19 di Amerika Serikat telah meredam harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat, mendorong tingginya permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, yang harganya telah naik lebih dari 28 persen di sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat berkontraksi sebesar 32,9 persen pada tingkat tahunan di kuartal kedua. Ini merupakan penurunan terbesar sejak pemerintah mulai mencatat di tahun 1947, ungkap Departemen Perdagangan AS.

"Emas sendiri biasanya digunakan sebagai aset safe haven ketika terjadi ketidakpastian politik dan keuangan," imbuh Monex.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini dolar as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top