Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jaya Real Property (JRPT) Catat Laba Bersih Rp402,55 Miliar

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis pada Kamis (30/7/2020), hingga semester I/2020, emiten bersandi saham JRPT tersebut mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp402,55 miliar.
Core Cipete, salah satu proyek PT Jaya Real Property Tbk. (JRP). -Bisnis.com Mutiara Nabila
Core Cipete, salah satu proyek PT Jaya Real Property Tbk. (JRP). -Bisnis.com Mutiara Nabila

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jaya Real Property Tbk mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 15,13 persen seiring dengan kontraksi pendapatan perusahaan. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis pada Kamis (30/7/2020), hingga semester I/2020, emiten bersandi saham JRPT tersebut mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai Rp402,55 miliar. Perolehan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan semester I/2019 senilai Rp474,32 miliar.

Kontraksi laba bersih itu sejalan dengan berkurangnya pendapatan JRPT yang pada paruh pertama tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,02 triliun. Perolehan ini lebih rendah 5,5 persen dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2019 senilai Rp1,08 triliun.

Hal tersebut juga berimbas pada penurunan laba per saham dari Rp34,50 per saham menjadi Rp29,33 per lembar saham.

Perusahaan juga mencatat kenaikan liabilitas yang salah satunya disebabkan oleh adanya utang bank jangka pendek sebesar Rp96 miliar. Total liabilitas jangka pendek JRPT tercatat naik 16,27 persen dari Rp3,38 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp3,93 triliun hingga Juni 30 2020.

Dari sisi liabilitas jangka panjang, JRPT juga mengalami kenaikan pada imbalan kerja jangka panjang yang naik menjadi Rp41,05 miliar dari sebelumnya Rp39,19 miliar. Nilai liabilitas jangka panjang perusahaan secara keseluruhan menjadi Rp4,31 triliun atau naik 14,62 persen dari perolehan pada akhir tahun 2019 senilai Rp3,76 triliun.

Sementara itu, arus kas untuk aktivitas investasi atau capital expenditure perusahaan juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hingga 30 Juni 2020, JRPT mengucurkan dana Rp116,39 miliar dari sebelumnya sebesar Rp21,18 miliar pada 30 Juni 2019.

Total aset perusahaan juga tercatat mengalami kenaikan dari Rp11,16 triliun menjadi Rp11,66 triliun. Salah satu penyebab hal tersebut adalah naiknya jumlah tanah untuk pengembangan menjadi Rp4,81 triliun dari Rp4,73 triliun serta properti investasi yang naik dari Rp870,88 miliar menjadi Rp912,03 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper