Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kimia Farma (KAEF) Optimis Dulang Keuntungan Tahun Ini 

Direktur Keuangan Kimia Farma Pardiman menyebutkan perseroan sudah memiliki langkah strategis yang dilakukan untuk menghasilkan laba hingga akhir 2020.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  17:51 WIB
Paparan publik PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) pada Rabu (29/7 - 2020). Sebelumnya dalam RUPS perseroan memutuskan pergantian jajaran komisaris. Istimewa
Paparan publik PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) pada Rabu (29/7 - 2020). Sebelumnya dalam RUPS perseroan memutuskan pergantian jajaran komisaris. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten farmasi PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) optimis bisa membalikkan posisi rugi pada tahun sebelumnya menjadi untung pada 2020.

Direktur Keuangan Kimia Farma Pardiman menyebutkan perseroan sudah memiliki langkah strategis yang dilakukan untuk menghasilkan laba hingga akhir 2020. 

“Dan sebagai bukti bahwa pada triwulan pertama Rp160 miliar [laba usaha] dan ini tentunya akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya waktu,” ungkapnya dalam paparan publik perseroan, Rabu (29/7/2020).

Adapun, sejumlah upaya yang dilakukan perseroan pada tahun ini adalah melakukan transformasi ritel, optimalisasi rantai pasokan (supply chain), meningkatkan keberagaman produk dan portofolio melalui aliansi strategis, inisiatif digital, hingga stabilisasi dan realisasi sinergi dari akuisisi.

Dia menyebutkan alokasi belanja modal atau capital expenditure Kimia Farma pada tahun ini adalah sebesar Rp547 miliar. Adapun, serapan mencapai 54 persen hingga akhir Juni.

“Sumber dari pendanaan ini adalah sumber dana internal akan digunakan pengembangan apotek, klinik, laboratorium klinik, pengembangan fasilitas bahan baku obat, dan pengembangan fasilitas produksi yang merupakan mandatory regulator farmasi,” sambung Pardiman.

Terkait outlook negatif yang disematkan Pefindo terhadap Kimia Farma tahun ini, Pardiman mengatakan perseroan akan berusaha untuk menurunkan tingkat piutang yang pada akhirnya dapat menurunkan kewajiban berbunga jangka pendek.

Hal itu sejalan dengan dorongan dari pemerintah untuk mempercepat pembayaran utang.

“MTN [Kimia Farma Tahap I 2017 dengan jumlah pokok Rp400 miliar] yang akan jatuh tempo September mendatang. Kami akan melunasi dengan dana internal kas Kimia Farma,” terangnya.

Di sisi lain, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo menyatakan siap berperan sebagai distributor terkait keterlibatannya dalam proses produksi vaksin Covid-19 yang merupakan kerjasama antara perusahaan asal China Sinovac Biotech Ltd. dan perusahaan holding BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero).

Apalagi, Kimia Farma dan Indofarma memiliki jaringan distribusi di seluruh Indonesia dan kita sangat kuat di jaringan itu.

"Mekanisme seperti apa nanti berkoordinasi dengan pemerintah khususnya holding BUMN farmasi, Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan,” tutup Verdi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kimia farma
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top