Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Minyak Rendah, Pendapatan AKR Corporindo (AKRA) Tumbuh 2,9 Persen di Semester I

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham AKRA itu membukukan pertumbuhan pendapatan 2,9 persen pada semester I/2020 menjadi sebesar Rp10 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,71 triliun.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  18:07 WIB
SPBU yang dikelola PT AKR Corporindo Tbk. AKR  memiliki jaringan 142 stasiun pelayanan di tahun 2018 yang menyalurkan produk BBM minyak solar dengan merek dagang AKRA SOL dan bensin Ron 92 dengan merek dagang AKRA 92. - akr.co.id
SPBU yang dikelola PT AKR Corporindo Tbk. AKR memiliki jaringan 142 stasiun pelayanan di tahun 2018 yang menyalurkan produk BBM minyak solar dengan merek dagang AKRA SOL dan bensin Ron 92 dengan merek dagang AKRA 92. - akr.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten distributor minyak, PT AKR Corporindo Tbk., berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang paruh pertama tahun ini, kendati harga minyak berada di level rendah.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham AKRA itu membukukan pertumbuhan pendapatan 2,9 persen pada semester I/2020 menjadi sebesar Rp10 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp9,71 triliun.

Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor perdagangan dan distribusi yang naik tipis ke posisi Rp9,17 triliun dari realisasi tahun lalu sebesar Rp9,1 triliun.

Kemudian, Pendapatan logistik tumbuh sebesar 10 persen year on year mencapai Rp410 miliar dengan pendapatan yang lebih tinggi dari Tangki Penyimpanan dan pendapatan kawasan industri naik signifikan, 2.199 persen ke Rp240,1 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga tercatat menekan beberapa pos beban salah satunya beban penjualan menjadi hanya sebesar Rp29 miliar dibandingkan dengan semester I/2019 sebesar Rp35,7 miliar.

Dengan demikian, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar 10 persen menjadi Rp431,5 miliar dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp390,76 miliar.

Padahal, harga minyak global sepanjang paruh pertama tahun ini telah turun 32,4 persen dan sempat diperdagangkan di area minus.

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan bahwa setidaknya terdapat empat alasan utama perseroan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhannya pada paruh pertama tahun ini, meskipun diterpa banyak tantangan bisnis terutama pada kuartal II/2020.

Alasan itu adalh model bisnis yang stabil, portofolio produk yang terdiri dari produk penting, keberadaan geografis yang luas dan didukung oleh infrastruktur logistik yang kuat, dan kerja keras serta pengalaman manajemen.

“Model bisnis AKR didasarkan pada formula pass-through dari volatilitas harga maupun nilai tukar, sehingga menghilangkan risiko kehilangan persediaan. Ini tercermin pada pertumbuhan laba bruto perdagangan dan distribusi yang stabil di kuartal berikutnya, meskipun ada penurunan tajam pada harga minyak,” ujar Haryanto seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat (24/7/2020).

Di sisi lain, total aset perseroan per 30 Juni 2020 berada di posisi Rp18,55 triliun. Angka itu turun  13,3 persen dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2019 sebesar Rp21,4 triliun. Adapun, kas setara kas perseroan menjadi sebesar Rp1,31 triliun.

Sementara itu, total liabilitas perseroan berhasil turun menjadi Rp8,3 triliun dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp11,34 triliun. Liabilitas tersebut terdiri atas liabilitas jangka panjang sebesar Rp2,75 triliun dan jangka pendek sebesar Rp5,56 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten akr corporindo
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top