Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demam Sarung Tangan, Bursa Malaysia Paling Unggul Sedunia

Pedagang amatir dan reli spektakuler dalam saham produsen sarung tangan karet mendorong rekor volume bursa saham Malaysia sekaligus membantu operator bursa negeri ini mengungguli negara lainnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  10:14 WIB
Aktivitas produksi sarungan tangan di pabrik  Top Glove Corp, Setia Alam, Malaysia. Fotografer: Samsul Said  -  Bloomberg
Aktivitas produksi sarungan tangan di pabrik Top Glove Corp, Setia Alam, Malaysia. Fotografer: Samsul Said - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pedagang amatir dan reli spektakuler dalam saham produsen sarung tangan karet mendorong rekor volume bursa saham Malaysia sekaligus membantu operator bursa negeri ini mengungguli negara lainnya.

Dilansir Bloomberg, Bursa Malaysia Bhd. telah melonjak 59 persen sepanjang tahun ini, melampaui kenaikan sebesar 43 persen yang dicatatkan oleh Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd., bursa terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar.

Saham bursa Malaysia naik lebih lanjut sebanyak 0,4 persen pada perdagangan Kamis (23/7/2020) pukul 9.06 pagi waktu setempat.

Serupa dengan tren di banyak negara lain, investor individu berbondong-bondong masuk ke dalam pasar saham Asia Tenggara untuk meraup saham-saham yang terdampak pandemi Covid-19, didorong oleh stimulus pemerintah dan rekor suku bunga rendah.

Di samping itu, reli yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk saham produsen sarung tangan turut memicu euforia pembelian sehingga mengerek volume perdagangan secara keseluruhan mencapai rekor 12,5 miliar saham pada Senin (20/7/2020).

“Partisipasi ritel terus menorehkan level tertinggi baru dan momentum pembelian bersih mereka belum berkurang,” ujar seorang analis di Hong Leong Investment Bank Bhd. Jeremy Goh, dilansir dari Bloomberg.

“Bursa [Malaysia] akan menghasilkan rekor laba sebesar 80 juta ringgit pada kuartal kedua. Rata-rata nilai perdagangan harian telah melonjak 86 persen pada periode itu,” tambahnya.

Sebagian besar dari hiruk-pikuk perdagangan di Malaysia telah dibantu oleh reli meteorik dalam saham produsen sarung tangan.

Lebih dari US$1 atas setiap US$10 yang diinvestasikan di pasar saham Negeri Jiran merupakan pertaruhan pada sarung tangan karena permintaan yang luar biasa untuk produk-produk higienis selama masa pandemi.

Hal tersebut, dengan cara tertentu, telah melindungi saham-saham yang terdaftar di bursa dari volatilitas yang terlihat di pasar ekuitas global dan domestik tahun ini.

Meski likuiditas dapat menguap secepat masuknya, Goh mengatakan ada tanda-tanda menggembirakan yang dapat dipertahankan untuk sisa tahun ini.

Dia telah menaikkan estimasi laba untuk Bursa Malaysia periode tahun ini sebesar 10 persen menjelang rilis laporan perusahaan yang dijadwalkan pada akhir Juli. Goh memperkirakan Bursa Malaysia akan mencatat rekor laba kuartalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia bursa saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top