Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tidur Sebulan Lebih, Saham Gocap PP Properti (PPRO) Bangkit

Saham anak BUMN PT PP (Persero) Tbk. tersebut berhasil naik 4 poin atau 8 persen menjadi Rp54. Total transaksi mencapai 612,37 juta saham. Volume transaksi itu menjadi yang terbesar pada sesi I.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  13:37 WIB
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT PP Properti Tbk. (PPRO) bangkit dari level Rp50 pada sesi I perdagangan Kamis (23/7/2020).

Saham anak BUMN PT PP (Persero) Tbk. tersebut berhasil naik 4 poin atau 8 persen menjadi Rp54. Total transaksi mencapai 612,37 juta saham. Volume transaksi itu menjadi yang terbesar pada sesi I.

Sebelumnya, saham PPRO terjerembap lama di level Rp50 atau gocap. Terakhir saham PPRO mencapai Rp51 pada penutupan perdagangan 8 Juni 2020. Artinya, sebulan lebih saham PPRO tertidur di posisi Rp50.

Sementara itu, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia melansir bahwa PT Asuransi Jiwasraya kini menyisakan 2 perusahaan di portofolionya.

Perusahaan asuransi plat merah itu memiliki hanya memiliki 2 perusahaan yang total kepemilikan di atas 5 persen. Berdasarkan data Sub Rekening Efek (SRE) yang tergabung dalam Single Investor Identification (SID) yang tercatat di KSEI per 17 Juli 2020, Jiwasraya hanya memiliki PT PP Properti Tbk. (PPRO) dan PT Semen Baturaja Tbk. (SMBR).

Jiwasraya memiliki 8,51 persen dan 9,19 persen di masing-masing perusahaan plat merah tersebut. Jumlah ini berkurang drastis dari portofolio sebelumnya yang mencapai 10 perusahaan. Diantaranya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), dan PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM).

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Benny Tjokrosaputra tersagka kasus kerugian Jiwasraya bahkan membeberkan bahwa perusahaan asuransi itu pernah membeli saham-saham Grup Bakrie di harga tinggi.

Berdasarkan data perincian investasi saham Jiwasraya, BUMN asuransi itu memiliki 10 saham Grup Bakrie dengan status sembilan “gocapan”. Jumlah saham Grup Bakrie yang dimiliki Jiwasraya lebih besar dibandingkan perusahaan yang dikendalikan atau terafiliasi dengan Benny Tjokro.

Ke-10 saham Grup Bakrie itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), PT Bakrie Telecom Tbk. (BTEL), PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk. (ELTY), PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. (UNSP), PT Visi Media Asia Tbk. (VIVA), dan PT Capitalinc Investment Tbk. (MTFN).

Sementara itu, Jiwasraya hanya memegang empat saham yang terafiliasi dengan Benny Tjokro, yakni PT Hanson International Tbk. (MYRX), PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO), PT Armidian Karyatama Tbk. (ARMY), dan PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK). Harga empat saham ini juga sudah mentok di Rp50.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham BUMN pt pp properti
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top