Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masih Bisa Cetak Laba di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Jurus Sido Muncul (SIDO)

Penjualan Sido Muncul masih bisa bertumbuh hingga semester pertama 2020, ditunjang peningkatan permintaan produk minuman kesehatan.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  13:22 WIB
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id
Aktivitas di pabrik pembuatan jamu Sido Muncul. - sidomuncul.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konsumer PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) membukukan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 3,52 persen secara tahunan sepanjang semester pertama tahun 2020. Pertumbuhan pendapatan tersebut turut mengerek laba bersih 10,6 persen menjadi Rp413 miliar.

Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard mengakui kenaikan pendapatan pada paruh pertama tahun  terkerek oleh pertumbuhan penjualan dari lini minuman kesehatan. Dia mengakui, permintaan produk minuman kesehatan meningkat di tengah pandemi Covid-19.

“Naiknya permintaan akan produk-produk minuman kesehatan seperti: produk minuman VIT C 1000, serta minuman herbal, menjadi pendorong utama kinerja penjualan di semester pertama tahun ini,” ungkap Leonard  kepada Bisnis, Selasa (21/7/2020).

Sebagai gambaran, lini penjualan jamu dan suplemen mencatatkan tren negatif -2,11 persen secara tahunan sedangkan lini penjualan makanan dan minuman membukukan pertumbuhan 16,29 persen secara tahunan pada semester pertama tahun ini.

Menurut Leonard, penjualan domestik pada segmen herbal masih mengalami kenaikan. Namun secara konsolidasi, penjualan segmen herbal dan suplemen mengalami sedikit pelemahan yang terutama disebabkan oleh penurunan penjualan ekspor di Filipina.

“Adapun, total kontribusi penjualan ekspor hingga semester pertama ini adalah sekitar 2 persen atas total penjualan,” sambungnya.

Laba operasi, lanjut Leonard, mengalami kenaikan sebesar 7 persen secara tahunan yang didorong oleh penurunan biaya operasional sebesar -4,5 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan segmen makanan dan minuman dan juga strategi efisiensi biaya operasional selama masa pandemi, produsen Tolak Angin itu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,6 persen.

Leonard merincikan bahwa pada kuartal II tahun 2020, emiten berkode saham SIDO tersebut meluncurkan produk atau varian baru seperti Esemag, Tolak Linu Cool, Kapsul JSH, dan sebagainya.

Hingga pertengahan tahun ini, SIDO juga telah meluncurkan 14 produk dan varian yang baru untuk mendukung gaya hidup masyarakat yang lebih sehat terutama memasuki situasi kenormalan baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten sido muncul
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top