Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Solusi Tunas Pratama (SUPR) Rancang Emisi Obligasi hingga Rp8 Triliun

Lewat keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (20/7/2020), Solusi Tunas Pratama menyampaikan rencana penerbitan obligasi dalam dua opsi.
Komisaris Utama PT. Solusi Tunas Pratama (STP) Tbk Jeffrey Yuwono (kanan) berbincang bersama Direktur Utama Nobel Tanihaha (kedua kanan), Direktur Independen Tommy Gustavi Utomo (kedua kanan) dan Direktur Juliawati Gunawan usai menggelar RUPST dan RUPS Luar Biasa, di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal
Komisaris Utama PT. Solusi Tunas Pratama (STP) Tbk Jeffrey Yuwono (kanan) berbincang bersama Direktur Utama Nobel Tanihaha (kedua kanan), Direktur Independen Tommy Gustavi Utomo (kedua kanan) dan Direktur Juliawati Gunawan usai menggelar RUPST dan RUPS Luar Biasa, di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia menara telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk., merancang penerbitan obligasi baik dalam mata uang rupiah maupun denominasi dolar Amerika Serikat untuk meningkatkan likuiditas perseroan.

Lewat keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (20/7/2020), Solusi Tunas Pratama menyampaikan rencana penerbitan obligasi dalam dua opsi.

Pertama, berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai US$400 juta atau ekuivalen dengan Rp5,56 triliun. Kedua, dengan mata uang rupiah senilai Rp8 triliun.

Emiten berkode saham SUPR mengindikasikan surat utang itu akan memiliki tenor 7 tahun sejak waktu diterbitkan atau jangka waktu lain yang disepakati para pihak. Tingkat suku bunga rencana transaksi maksimal 8 persen.

SUPR menjelaskan bahwa transaksi dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan likuiditas perseroan untuk menunjang kebutuhan operasional, pertumbuhan aset, maupun pendanaan perseroan secara umum.

Strategi itu juga termasuk efisiensi dengan melakukan emisi obligasi yang diterbitkan oleh perseroan atau entitas anak dengan kondisi, persyaratan, dan jangka waktu yang lebih baik sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan laba secara optimal dan nilai perseroan.

Hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan akan digunakan untuk kebutuhan antara lain menambah modal kerja perseroan dan atau menunjang kebutuhan pendanaan perseroan secara umum.

“Penerbitan obligasi terutama ditujukan agar perseroan memperoleh alternatif biaya pendanaan murah dengan struktur pendanaan yang fleksibel dibandingkan dengan pendanaan yang ada saat ini,” tulis Manajemen SUPR.

SUPR meliha kondisi pasar saat ini sangat mendukung untuk penerbitan obligasi. Dengan demikian, diharapkan menjadi momentum baik untuk pendanaan yang semakin efisien.

“Jika penerbitan obligasi tidak berhasil maka perseroan akan tetap menggunakan pendanaan yang ada saat ini yaitu menggunakan pendanaan dari perbankan dan atau dari hasil operasional sebagaimana yang dilakukan selama ini,” imbuh Manajemen SUPR.

Untuk rencana aksi korporasi itu, SUPR akan meminta restu dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa yang berlangsung pada 22 Juli 2020. Pencatatan obligasi rencananya akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper