Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pupuk Indonesia Tawarkan Obligasi Rp2,5 Triliun, Simak Besaran Kuponnya

Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 memiliki tiga seri dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun. Emisi ini merupakan bagian dari PUB II senilai total Rp8 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  13:12 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin penyaluran pupuk baik pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi kepada petani tidak terganggu oleh penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Daerah.  - Antara / Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin penyaluran pupuk baik pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi kepada petani tidak terganggu oleh penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Daerah. - Antara / Pupuk Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menawarkan obligasi dengan target emisi sebanyak-sebanyaknya Rp2,5 triliun.

Pupuk Indonesia melangsungkan Penawaran Umum Berkelanjutan(PUB) Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 dengan jumlah emisi sebanyak-banyaknya Rp 2,5 triliun. Emisi ini merupakan bagian dari PUB II senilai total Rp8 triliun.

Direktur Keuangan Pupuk Indonesia Indarto Pamoengkas mengungkapkan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap I Tahun 2020 memiliki tiga seri dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun.

Secara detail, indikasi kupon untuk tenor 3 tahun sebesar 6,25 persen—7,50 persen. Selanjutnya, tenor 5 tahun 7,00 persen-8,30 persen.

“Untuk 7 tahun indikasi kupon 7,50 persen—8,75 persen,” ujarnya melalui konferensi pers daring, Senin (20/7/2020).

Masa penawaran awal obligasi berlangsung pada 16 Juli 2020–30 Juli 2020. Penawaran umum dijadwalkan pada 14 Agustus 2020–18 Agustus 2020.

Pupuk Indonesia menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU) dan PT Bank Mega Tbk. sebagai wali amanat.

Obligasi berkelanjutan Pupuk Indonesia mendapat peringkat AAA dari PT Fitch Ratings Indonesia. Obligasi ini tanpa jaminan khusus atau clean basis. 

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengungkapkan obligasi itu ditawarkan ke seluruh investor. Pihaknya tidak membatasi penawaran baik kepada korporasi maupun ritel.

Aas optimistis target penerbitan bisa terserap oleh pasar. Hal tu sejalan dengan kinerja perusahaan yang selalu stabil dan menunjukkan peningkatan walaupun di tengah masa pandemi Covid-19.

“Dana obligasi ini akan digunakan untuk melakukan reprofiling atas pinjaman perbankan maupun obligasi baik di induk dan anak perusahaan,” jelasnya.

Dia menuturkan obligasi ini merupakan salah satu bagian dari strategi perusahaan untuk diversifikasi sumber pendanaan eksternal selain perbankan. Selain itu, strategi tersebut diharapkan mengurangi volatilitas suku bunga.

“Dengan beralih dari variable rate ke fixed rate, sehingga kami bisa mendapatkan efisiensi untuk jangka panjang,” imbuhnya.

Dalam prospektus ringkas yang dipublikasikan sebelumnya, Pupuk Indonesia berencana menggunakan dana hasil penawaran umum sekitar 40 persen atau Rp1 triliun untuk melunasi sebagian utang Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A yang akan jatuh tempo pada 9 November 2020.

Selanjutnya, sekitar 35 persen atau Rp875 miliar untuk pinjaman kepada PT Petrokimia Gresik, entitas anak perseroan. Sisa 25 persen atau Rp625 miliar digunakan untuk pinjaman kepada PT Pupuk Iskandar Muda.

Sampai dengan prospektus diterbitkan, jumlah obligasi terutang perseroan senilai Rp7,94 triliun. Dua seri akan jatuh tempo pada tahun ini dengan total sekitar Rp4,08 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pupuk Indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top