Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Konstruksi Dapat Berkah di Tengah Pandemi, Ini Alasannya

Prospek emiten di sektor konstruksi cukup potensial. Salah satu faktor pendukungnya adalah upaya pemerintah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  19:37 WIB
Emiten Konstruksi Dapat Berkah di Tengah Pandemi, Ini Alasannya
Ilustrasi Pembangunan Jalan Tol. Bisnis - Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya pemerintah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di tengah pandemi virus corona akan menjadi berkah bagi emiten-emiten di sektor konstruksi.

Analis Sinarmas Sekuritas, Kharel Devin Fielim dalam risetnya pada Kamis (16/7/2020), mengatakan, prospek emiten di sektor konstruksi cukup potensial. Salah satu faktor pendukungnya adalah upaya pemerintah untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Komitmen pemerintah juga terlihat dari dana bantuan yang diberikan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada sejumlah BUMN karya seperti PT Hutama Karya yang mendapat Rp2,3 triliun, PT Waskita Karya Tbk (Rp3,4 triliun), PT Wijaya Karya Tbk (Rp1,2 triliun), dan PT Jasa Marga Tbk (Rp5,3 triliun).

“Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah merencanakan tender untuk 10 ruas jalan tol pada Juli – Agustus 2020. Lelang ini diperkirakan dapat mendorong nilai kontrk baru yang dikantongi emiten konstruksi agar mencapai target,” katanya dikutip dari riset tersebut.

Lebih lanjut, Kharel mengatakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah berlangsung juga akan menjadi momentum positif untuk pemulihan sektor konstruksi. Pasalnya, perusahaan dapat kembali melanjutkan pengerjaan proyek yang tertunda serta mengikuti tender guna meraup nilai kontrak baru yang lebih tinggi.

Di sisi lain, sektor konstruksi juga masih menjadi tumpuan utama pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran. Dalam rentang tahun 2017 hingga 2019, sektor konstruksi menyerap sebanyak 127,6 juta tenaga kerja. Kharel memperkirakan sektor ini akan menyerap 9,6 juta tenaga kerja Indonesia pada 2021 hingga 2025 mendatang.

Adapun, sejak pandemi virus corona terjadi, valuasi price to earning ratio emiten konstruksi telah anjlok sebesar 35 persen hingga 45 persen. Hal ini memunculkan peluang bagi investor untuk mendapatkan return yang cukup baik.

Kharel merekomendasikan saham-saham BUMN karya dengan posisi neraca keuangan yang sehat dan tingkat solvabilitas yang tinggi. Ia menyematkan rekomendasi beli untuk saham WEGE, WIKA, dan PTPP. Sementara itu, saham ADHI dan WSKT direkomendasikan untuk netral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten konstruksi proyeksi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top