Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Pulih di Semester II, Korporasi Diimbau Jangan Lengah

Kuartal III/2020 bakal menjadi titik balik pemulihan ekonomi seiring dengan kegiatan ekonomi yang kembali berjalan, sehingga korporasi tidak boleh lengah maupun terlambat untuk mulai menata kembali rencana bisnisnya.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  17:43 WIB
Pengunjung berada di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengunjung berada di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA—Momentum pemulihan ekonomi diproyeksikan mulai terjadi di semester ini. Korporasi dimbau tidak lengah dalam memanfaatkan kesempatan untuk menggalang dana, khususnya melalui pasar saham. 

Direktur Investment Banking Capital Market Danareksa Sekuritas Boumedine Sihombing mengatakan triwulan III/2020 bakal menjadi titik balik pemulihan ekonomi seiring dengan kegiatan ekonomi yang kembali berjalan.

“Hal yang sangat critical, turning point di triwulan III, transisi ke triwulan IV, untuk menyongsong pemulihan di awal 2021, bisa full recovery,” tuturnya dalam sesi webinar “Membangun Optimisme Pendanaan Melalui Pasar Modal di Era Pandemi Covid-19, Kamis (16/7/2020)

Seiring dengan hal tersebut, Boumedine mengatakan korporasi tidak boleh lengah maupun terlambat untuk mulai menata kembali rencana bisnisnya, termasuk mempertimbangkan opsi pasar modal sebagai sumber pendanaan.

Khususnya, bagi perusahaan-perusahaan yang telah menyelesaikan restrukturisasi utang atau kreditnya dengan perbankan sehingga memiliki neraca keuangan dan likuiditas yang lebih baik. 

“Sudah waktunya untuk melihat bagaimana potensi equity fund raising untuk dilakukan di 2021 yang akan datang,” ujar dia.

Adapun bagi korporasi yang berasal dari sektor yang relatif tidak terdampak atau terkena dampak yang minim akibat pandemi Covid-19 ini, Boumedine menilai mereka punya potensi untuk masuk ke pasar modal lebih awal.

“Karena ya ada perkiraan turning point tadi, sehingga sejumlah perusahaan mulai melakukan persiapan dengan harapan bisa masuk ke pasar masuk mid triwulan IV nanti. Katakanlah November target IPO-nya, jadi persiapan mulai sekarang dengan [menggunakan buku] audit Juni 2020,” tutur Boumedine.

Dia juga optimistis penyerapan pasar di semester II/2020 ini akan jauh lebih baik dibandingkan semester lalu. Apalagi menurutnya investor mulai mantap kembali masuk bursa seiring indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mulai bertahan di level 5.000.

“Tadi kalau kata Pak Nyoman sampai pertengahan Juli tercatat 32 perusahaan yang listed di bursa. Tidak mustahil listed company [hingga akhir tahun ini] bisa menyentuh 60an,” tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korporasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top