Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buana Lintas Lautan (BULL) Berani Pasang Target Tinggi pada 2020, Laba Melonjak 350 Persen

Manajemen BULL optimistis kinerja perusahaan meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun lalu dengan raihan laba bersih meningkat 3,5 kali lipat.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  11:30 WIB
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk.  - bull.co.id
Kapal tanker BULL Kangean, salah satu armada PT Buana Lintas Lautan Tbk. - bull.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkapalan PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) menargetkan kenaikan laba bersih pada 2020 mencapai 3,5 kali lebih tinggi dari 2019.

Sekretaris Perusahaan Buana Lintas Lautan Krisnanto Tedjaprawira mengatakan perseroan masih memasang strategi gabungan antara kontrak time-charter dan tarif sewa internasional yang tinggi pada kuartal II/2020. Menurutnya kedua hal itu memberikan margin laba yang tinggi dari kerjasama dengan pool operator.

Krisnanto optimistis kinerja perusahaan meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Dengan demikian, EBITDA pada tahun 2020 diperkirakan akan melebihi 2,5 kali dari pencapaian 2019.

"Laba bersih 2020 juga akan meningkat 3,5 kali lebih tinggi dari tahun 2019," katanya dalam siaran resmi pada Kamis (16/7/2020).

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis pada Senin (6/4/2020), emiten bersandi saham BULL tersebut mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk senilai US$20,99 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2018 senilai US$13,51 juta.

Terdorong naiknya laba bersih itu sejalan dengan bertambahnya pendapatan perseroan yang pada tahun 2019 sebesar US$101,45 juta. Perolehan ini lebih tinggi 18,75 persen dibandingkan perolehan pada 2018 senilai US$85,43 juta

Dengan estimasi kenaikan 3,5 kali, maka laba bersih BULL pada 2020 ditargetkan mencapai US$73,46 juta.

Selain itu, BULL telah menambah jumlah 3 kapal besar tambahan. Dengan begitu, total armada menjadi 33 kapal dengan total kapasitas sebesar 2,3 juta DWT. Faktor lain yang meningkatkan kinerja BULL adalah dampak positif dari pandemi covid-19.

Menurutnya, pandemi covid-19 telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam permintaan tambahan untuk kapal tanker minyak. Permintaan itu datang untuk menjadikan kapal sebagai tempat penyimpanan minyak terapung.

Krisnanto mengatakan hal itu mengimbangi penurunan konsumsi dan produksi minyak karena penutupan ekonomi dunia dan lockdown.

"Tarif sewa rata-rata untuk kapal tanker Long Range 2 meningkat sebesar 74,8 persen sedangkan tarif sewa rata-rata untuk kapal tanker Handy turun menjadi 11,6 persen, sejalan dengan tren sebagian besar permintaan penyimpanan minyak terapung terkonsentrasi di segmen kapal tanker yang lebih besar," katanya.

Menurut Krisnanto tarif kapal tanker internasional diperkirakan akan tetap tinggi hingga akhir tahun 2020 dan berlanjut hingga tahun 2021. Pasalnya, terjadi pemulihan permintaan untuk kapal tanker dari peningkatan produksi minyak.

Selain itu, ada kendala ketersediaan kapal tanker karena kepadatan pelabuhan yang parah sebagai akibat dari pemulihan permintaan minyak yang cepat.

Meski demikian, Krisnanto mengatakan pasar belum merespon potensi kinerja terhadap harga saham.

"Nilai pasar kami saat ini masih belum sepenuhnya mencerminkan kinerja kami karena PER kami tetap serendah 3,0 - 3,5 kali dan EV/EBITDA serendah 3,5 kali - 4,0 kali," katanya.

Pada perdagangan sesi I pukul 11.07, harga saham BULL terpantau naik 0,62 persen ke level Rp326. Perseroan diperdagangkan sebanyak 4.981 kali dengan saham yang beredar 111,51 juta unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buana lintas lautan Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top