Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkembangan Vaksin Covid-19 Bikin Wall Street Tersengat

Saham-saham perusahaan farmasi seperti Moderna dan AstraZaneca melonjak sehingga mendorong penguatan indeks saham di Wall Street
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  21:29 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Amerika Serikat (AS) kembali menggeliat setelah indeks saham menguat seiring dengan ekspektasi penemuan vaksin virus corona (Covid-19).

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (15/7/2020), indeks S&P 500 naik sekitar 1 persen dan mengurangi koreksi dalam tahun berjalan (year to date). Indeks S&P 500 naik 42 persen dari posisi terendah pada akhir Maret 2020 lalu. Hingga pukul 21.16 WIB, indeks S&P 500 naik 0,98 persen sedangkan indeks Dow Jones Industrial 0,83 persen. Indeks Nasdaq juga naik 1,33 persen.

Saham Modern Inc melonjak dan mencetak rekor setelah pembuat obat itu melaporkan hasil uji coba vaksin yang menjanjikan. Saham AstraZaneca Plc juga naik setelah ada laporan positif tentang perkembangan vaksin virus corona.

Sementara itu saham maskapai penerbangan, operator kapal pesiar, pengelola hotel menguat karena investor mulai melirik saham-saham yang dinilai mendapat keuntungan dari pelonggaran pembatasan perjalanan. 

Perkembangan pencarian vaksin virus corona memang membawa optimisme di pasar keuangan. Dalam beberapa waktu terakhir, pasar keuangan mencoba bergerak maju di tengah kekhawatiran gelombang kedua penyebaran virus.

"Berita tentang vaksin jelas merupakan perkembangan positif," ujar Mark Nash, Head of Fixed Income di Merian Global Investors seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/7/2020).

Namun dia Nash mengingatkan penemuan vaksin masih jauh. Pola yang terbentuk sekarang seperti huruf W yang naik turun. Terlepas dari situ langkah The Federal Reserve dalam memberikan stimulus masih bisa menjaga pasar keuangan dari kejatuhan

Berikut perkembangan pasar keuangan dunia

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 1 persen tertinggi dalam lebih dari lima minggu.
  • Dow Jones Industrial Average naik 1,2 persen, tertinggi dalam lima minggu.
  • Indeks Nasdaq Composite naik 0,8 persen

Mata uang

  • Indeks Spot Dollar Bloomberg turun 0,5 persen menjadi 1.202,27, terendah dalam lima minggu
  • Euro naik 0,3 persen menjadi $1.1431, terkuat dalam lebih dari empat bulan.
  • Yen Jepang naik 0,4 persen menjadi 106,79 per dolar, terkuat lebih dari tiga minggu

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik satu basis poin menjadi 0,64 persen.
  • Imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun meningkat satu basis poin menjadi -0,44 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,4 persen menjadi $ 40,47 per barel.
  • Emas melemah 0,3 persen menjadi $ 1,803.16 per ounce, penurunan terbesar dalam dua minggu.
  • Tembaga turun 1,4 persen menjadi $ 2,89 per pon, jatuh terbesar dalam hampir lima minggu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street vaksin Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top