Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perkembangan Vaksin Covid-19 Jadi Bahan Bakar Kenaikan IHSG

Pada penutupan perdagangan, indeks harga saham gabungan atau IHSG parkir di level 5.064,44, menguat 0,66 persen atau 33,191 poin.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  15:46 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan berhasil menutup perdagangan Senin (13/7/2020) di level 5.064,44 seiring dengan perkembangan positif terkait pandemi virus corona.

Pada penutupan perdagangan, indeks harga saham gabungan atau IHSG parkir di level 5.064,44, menguat 0,66 persen atau 33,191 poin. Pada pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 5.031,25 dan sempat berada di posisi tertinggi sebesar 5.075,09.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.024,93 hingga 5.075,098 dengan turnover transaksi sebesar Rp6.273 triliun dan frekuensi perdagangan sebesar 590.916 kali.

Dari keseluruhan saham, sebanyak 237 saham berhasil menguat, 183saham terkoreksi, sedangkan 147 saham lainnya tidak bergerak dari posisi perdagangan sebelumnya.

Adapun, transaksi asing berhasil mencatatkan net buy hingga Rp57,70 miliar. Saham perbankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan angka net foreign buy tertinggi hari ini sebesar Rp38,4 miliar. Menyusul dibelakangnya adalah PT Astr International Tbk dengan nilai beli bersih Rp18,8 miliar.

Sementara itu, lonjakan penguatan terbesar berhasil dipimpin oleh saham PT Delta Dunia Makmur Tbk yang naik hingga 33,76 persen ke posisi Rp210 per saham. Saham PT Indika Energy juga melonjak 24,83 persen atau 185 poin ke Rp930 per saham.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dalam penanganan virus corona. Munculnya perkembangan positif terkait vaksin untuk pandemi ini menggairahkan para pelaku pasar untuk aktif bertransaksi.

"Market mengapresiasi perkembangan penelitian vaksin remdisivir milik Gilead dalam pengobatan COVID-19," katanya saat dihubungi pada Senin (13/7/2020).

Sebelumnya, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyebut IHSG berpeluang rebound seiring dengan penguatan Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sebesar 1,44 persen akhir pekan lalu. Data Bloomberg juga menunjukkan S&P 500, NASDAQ, dan NYSE kompak menghijau pada penutupan Jumat (10/7/2020).

Selain penguatan bursa Amerika Serikat (AS), dia menyebut katalis positif juga datang dari dalam negeri. Bank Indonesia diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuan pekan ini.

“Kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan buy atau swing trade maka dapat fokus atas saham dari sektor bank, ritel, rumah sakit, infrastruktur telekomunikasi, rokok, teknologi informasi, dan telekomunikasi dalam perdagangan Senin ini,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top