Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Emiten Kertas Grup Sinarmas Moncer, Bagaimana Prospek TKIM dan INKP?

Dlam sebulan terakhir harga saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik masing-masing 42,64 persen dan 42,66 persen.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 12 Juli 2020  |  15:59 WIB
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Sidoarjo. Pabrik ini mulai beropersi pada 1978 dengan kapasitas tahunan 12,000 metrik ton. - tjiwi.co.id
Pabrik Kertas Tjiwi Kimia di Sidoarjo. Pabrik ini mulai beropersi pada 1978 dengan kapasitas tahunan 12,000 metrik ton. - tjiwi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Dua emiten produsen kertas milik Grup Sinarmas, yaitu PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) mencetak kinerja saham cermalang dalam sebulan terakhir. Prospek kedua emiten ini dinilai menjanjikan seiring dengan peningkatan permintaan produk kemasan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2020), harga saham TKIM dan INKP terkoreksi masing-masing 0,7 persen ke level Rp7.075 dan 0,64 persen ke level Rp7.775. Namun dalam sebulan terakhir harga saham dua emiten tersebut naik masing-masing 42,64 persen dan 42,66 persen.

Dalam kurun waktu 30 hari terakhir, total transaksi saham TKIM mencapai Rp3,9 triliun yang didominasi oleh pelaku pasar domestik. Adapun total transaksi saham INKP mencapai Rp2 triliun yang juga didominasi oleh investor dalam negeri.Hal menarik, baik saham TKIM dan INKP mayoritas ditransaksikan lewat  sekuritas di bawah payung grup  yang sama, Sinarmas Sekuritas.

Mirae Asset Sekuritas memberikan catatan bahwa bisnis utama TKIM telah bergeser dari kertas budaya menjadi kertas kemasan. Hal ini dikarenakan permintaan produk kertas yang cenderung melambat lantaran kemajuan teknologi dan lebih sedikit kertas yang digunakan.

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo dan Kevin Suryajaya mengatakan pihaknya melihat tren yang meyakinkan bahwa kontribusi produk kertas kemasan akan terus meningkat setiap tahun.

Pada tahun lalu, kontribusi kertas kemasan terhadap penjualan naik menjadi 13,5 persen dari 10,1 persen pada tahun sebelumnya. Dengan meningkatnya tren e-commerce, permintaan akan produk kertas kemasan telah mencapai penjualan tertinggi.

“Kami berharap dapat melihat kontribusi yang lebih tinggi dari produk kertas kemasan. Selain itu, meskipun ASP (average selling price) lebih rendah, marginnya lebih tinggi dari produk kertas, yang merupakan hal baik dalam periode jangka panjang,” tulis Handiman dan Kevin dalam riset yang dikutip Bisnis, Minggu (9/7/2020).

Sekuritas belum memproyeksikan total pendapatan, laba bersih tahun 2020 beserta dengan target harga untuk saham TKIM. Namun, saat ini, TKIM diperdagangkan dengan price-to-earning ratio 5,5 kali.

Di sisi lain, analis FAC Sekuritas Wisnu Prambudi Wibowo menyatakan bahwa kinerja keuangan kuartal pertama dan posisi rebound berpengaruh sangat signifikan terhadap pergerakan saham TKIM dan INKP.

“Menurut saya kenaikan yang terjadi beberapa waktu ini merupakan kombinasi perbaikan laba bersih dan valuasi yang sudah murah beberapa waktu lalu,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (9/7/2020).

Namun, dia mewanti-wanti investor untuk tidak melakukan pembelian dalam waktu dekat karena harga saham kedua emiten tersebut sudah terlalu tinggi. Baginya, sekuritas harus mengkonfirmasi tekanan jual untuk bisa memproyeksikan target harga saham TKIM dan INKP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinarmas
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top