Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Emiten Debutan Mulai Unjuk Gigi

Beberapa emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia mampu membukukan pertumbuhan laba bersi ; sebagian kecil mencetak pertumbuhan ratusan persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  06:30 WIB
Pengunjung melintas di dekat Logo Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat Logo Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com,JAKARTA — Sejumlah emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini unjuk gigi dengan menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan positif  secara tahunan pada kuartal I/2020.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah kedatangan 32 emiten baru untuk periode berjalan 2020. PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) dan PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA) menjadi emiten teranya yang melakukan listing atau pencatatan perdana pada Selasa (7/7/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sudah ada sekitar 18 emiten baru BEI periode 2020 yang telah menyampaikan laporan keuangan periode kuartal I/2020. Beberapa emiten mampu membukukan pertumbuhan laba bersih bahkan ada yang mencapai ratusan persen.

PT Makmur Berkah Amanda Tbk. (AMAN) misalnya, mencetak pertumbuhan laba bersih 529,77 persen secara year on year (yoy). Catatan mentereng juga ditorehkan oleh PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) yang mencetak kenaikan laba bersih hingga 328,19 persen yoy per 31 Maret 2020.

PT Cahaya Bintang Medan Tbk. (CBMF) menjadi salah satu pendatang baru yang mencetak pertumbuhan laba bersih pada kuartal I/2020. Emiten yang melantai di BEI pada 9 April 2020 itu membukukan kenaikan laba bersih 129,30 persen secara tahunan per 31 Maret 2020.

Sekretaris Perusahaan Cahaya Bintang Medan Felicia Kweesly mengungkapkan laba bersih perseroan tumbuh signifikan sebesar 129 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pencapaian itu menurutnya karena tingginya permintaan produk furnitur perseroan seperti lemari pakaian dan meja belajar anak.

“Perseroan tetap menjaga target [pertumbuhan] penjualan pada tahun ini setidaknya 15 persen,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/7/2020).

Felicia mengatakan strategi yang dijalankan dengan melakukan efisiensi. CBMF menurutnya juga tengah mengarah ke penjualan produk secara daring atau online.

Secara terpisah, Direktur CSA Institute Aria Santoso menyarankan para investor perlu  fokus kepada emiten pendatang baru BEI dengan keuntungan positif serta mencatatkan pertumbuhan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu yang menurutnya menarik untuk dicermati yakni CRSA dengan harga yang masih cukup murah dan prospek pertumbuhan pada 2020.

“Selain itu, bisa diperhatikan juga AMAR saat ada  pelemahan harga dengan proyeksi pertumbuhan lanjutan pada 2020. Untuk emiten AMAN, CBMF, dan PTPW boleh dipantau perkembangan pernah kuartal dan akumulasi beli saat ada pelemahan harga,” paparnya.

Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan secara teknikal rerata emiten pendatang baru BEI kurang likuid. Akan tetapi, ada beberapa saham yang menarik untuk dicermati.

AMAR misalnya, terdapat kenaikan volume transaksi dalam tiga hari terakhir. Pergerakan saat ini tengah membentuk candle reversal dan potensi terjadi koreksi setelah penguatan signifikan.

“PTPW masih ada potensi kenaikan jika berhasil menembus level Rp1.115. Target selanjutnya di Rp1.185 yang merupakan harga IPO,” paparnya.

Di lain pihak, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa secara teknikal saham IKAN, INDO, PTPW tengah dalam fase uptrend. Selanjutnya, saham AMAR menurutnya sudah sangat uptrend. 

Secara sektoral, Nafan lebih menjagokan emiten konsumer, keuangan, dan infrastruktur. Selain itu, sektor pertanian dan pertambangan menurutnya juga dapat dipertimbangkan.

Berdasarkan data Bloomberg, saham-saham pendatang baru mampu terbang ratusan persen setelah melakukan pencatatan perdana. Harga PT Bhakti Multi Artha Tbk. (BHAT) misalnya telah naik 329,13 persen sejak pertama kali listing.

Bahkan, saham PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) masih masuk ke dalam jajaran movers indeks harga saham gabungan (IHSG) periode berjalan 2020 hingga akhir Selasa (7/7/2020). Emiten rumah sakit itu menempati urutan ketiga movers dengan menguat 208,7 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG ipo Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top