Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan Ekonomi Ternyata Mengkhawatirkan, Bursa AS Melorot

Bursa Amerika Serikat terpeleset ke zona merah bersama dengan pasar saham global di tengah tanda-tanda jalan yang panjang untuk pemulihan ekonomi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  21:32 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Amerika Serikat terpeleset ke zona merah bersama dengan pasar saham global di tengah tanda-tanda jalan yang panjang untuk pemulihan ekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 melemah 0,42 persen atau 13,33 poin ke level 3.166,39 pukul 8.34 waktu New York.

Indeks S&P 500 mematahkan rangkaian kenaikan yang mampu tercatat selama lima hari beruntun sebelumnya. Saham hotel, maskapai penerbangan, dan perusahaan lain yang bergantung pada akhir dari lockdown dikabarkan berkinerja buruk.

Sejalan dengan S&P, indeks Dow Jones Industrial Average melorot 0,66 persen atau 172,80 poin ke posisi 26.114,23, sedangkan indeks Nasdaq Composite naik hanya 0,09 persen atau 9,54 poin ke level 10.443,19 setelah sempat terkoreksi.

Pada perdagangan Senin (6/7/2020), ketiga indeks saham utama AS tersebut kompak naik tajam. Nasdaq bahkan mencetak rekor baru di atas level 10.000.

Sejalan dengan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 melemah 1 persen karena peringatan bahwa ekonomi akan membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk pulih.

Komisi Eropa menyampaikan peringatan paling tegas tentang dampak pandemi Covid-19. Para pejabat kini memperkirakan kontraksi sebesar 8,7 persen di kawasan euro tahun ini, lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya.

Selain itu, produksi industri Jerman dilaporkan naik 7,8 persen pada Mei 2020 saat mesin perekonomian Eropa ini mencabut sebagian besar langkah pembatasan yang bertujuan menekan angka persebaran kasus Covid-19.

Kendati produksi industri mampu rebound dari hantaman yang dialami pada April akibat penutupan pabrik dan disrupsi lainnya, kenaikan itu jauh lebih kecil dari estimasi sebesar 11,1 persen.

Di AS, Presiden Federal Reserve Bank wilayah Atlanta Raphael Bostic mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times bahwa aktivitas ekonomi di beberapa bagian AS menunjukkan tanda-tanda mendatar di tengah kebangkitan kasus-kasus baru Covid-19.

Investor tampak mengambil jeda setelah mendorong kenaikan besar untuk pasar saham pada awal pekan ini. Meski data baru-baru ini menunjukkan bahwa ekonomi global mungkin telah melewati kemerosotan terburuk, jalan pemulihan ke level sebelum krisis Covid-19 terlihat panjang.

Berbanding terbalik dengan pasar saham, Bloomberg Dollar Spot Index yang bersifat sebagai safe haven naik 0,2 persen. Adapun, nilai tukar euro turun 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1302.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top