Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 29 Juni: IHSG Melemah Tipis, Rupiah Tergelincir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan pelemahan tipis meskipun bertahan di level 4.900 akibat tertekan oleh kekhawatiran akan adanya gelombang kedua pandemi Covid-19.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  20:20 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan pelemahan tipis meskipun bertahan di level 4.900 akibat tertekan oleh kekhawatiran akan adanya gelombang kedua pandemi Covid-19.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat di tengah kekhawatiran serupa tentang lonjakan kasus Covid-19.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis, Senin (29/6/2020):

 

Pelemahan IHSG Berkurang, Berhasil Bertahan di 4.900

Indeks Harga Saham Gabungan memerah pada perdagangan pertama di pekan ini, Senin (29/6/2020) akibat tertekan oleh kekhawatiran akan adanya gelombang kedua pandemi Covid-19.

Sejak pembukaan pasar, indeks terpantau langsung merosot 0,23 persen ke level 4.892,76 dan terus melemah hingga akhir sesi I menuju 4.863,14, turun 40,94 poin atau 0,83 persen.

Hingga akhir sesi II atau penutupan perdagangan, indeks melemah 0,05 persen atau 2,27 poin menjadi 4.901,82. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 4.862,04 - 4.909,91.

Kasus Covid-19 di Dunia Tembus 10 Juta, Rupiah Ikut Tergelincir

Rupiah gagal mengikuti tren penguatan sejumlah mata uang Asia lainnya pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (29/6/2020). Rupiah melemah akibat meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar atas penyebaran virus corona sehingga menghindar aset-aset berisiko seperti rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah melemah 0,18 persen atau 25 poin ke level Rp14.245 per dolar AS. Selain rupiah, Yen Jepang dan dolar Hongkong juga menjadi mata uang asia lain yang melemah terhadap dolar AS. Mata uang Negeri Samurai melemah 0,47 persen terhadap dolar AS ke level 107,18 Yen per dolar AS. Sementara itu, dolar Hong Kong melemah tipis ke level 7,75 per dolar AS.

Indeks Bisnis 27 Berhasil Parkir di Zona Hijau

Indeks Bisnis-27 menutup pergerakannya pada perdagangan hari ini, Senin, (29/6/2020) dengan penguatan tipis 0,33 poin atau 0,08 persen.

Indeks berisi 27 anggota konstituen tersebut berhasil membalikkan keadaan setelah sempat memerah sepanjang perdagangan. Adapun indeks Bisnis 27 kini terpantau berada pada level 434,79.

Dari seluruh anggota konstituen, sebanyak 13 emiten berhasil menghijau. Sementara 3 emiten tercatat stagnan alias tak bergerak dari posisinya semula dan 11 emiten lainnya memerah.

Harga Emas Semakin Dekati US$1.800, Level Tertinggi sejak 2011

Harga emas berjangka semakin mendekati level US$1.800 per troy ounce, level tertingginya sejak 2011, seiring dengan melonjaknya permintaan investasi aset aman di tengah kekhawatiran pasar atas meningkatnya jumlah infeksi Covid-19.

Dalam publikasi riset Universitas Johns Hopkins, emas batangan menuju kuartal terbaiknya sejak 2016 seiring dengan jumlah kematian dari pandemi Covid-19 telah mencapai 500.000 jiwa di seluruh dunia, sedangkan kasus terkonfirmasi sudah melebihi 10 juta jiwa.

“Meningkatnya angka itu adalah pengingat mengerikan bahwa pandemi paling mematikan di era modern ini lebih kuat daripada yang diperkirakan sebelumnya,” tulis Universitas Johns Hopkins dalam publikasi risetnya seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (29/6/2020).

Rupee India Bisa Sudahi Masa Paceklik, Ini Pendorongnya

Setelah mencatat kinerja terburuk di Asia sepanjang tahun ini, nilai tukar mata uang rupee India diperkirakan akan ambil bagian dalam pemulihan yang terlihat di pasar negara berkembang (emerging market).                                        

Survei Bloomberg memaparkan nilai tukar rupee bisa menguat ke level 75 per dolar AS sebelum akhir Desember 2020 atau naik sekitar 1 persen dari level penutupan 75,6475 pada perdagangan Jumat (26/6/2020). Adapun, sepanjang tahun ini, nilai tukar rupee telah melemah 5,6 persen.

Pandemi Covid-19 Bikin Harga Gas Alam Tak Kunjung Mengegas

Tantangan pasar gas alam tampaknya semakin berat pada tahun ini. Belum pulih dari rendahnya permintaan pada tahun lalu, kini pasar gas alam diperparah oleh sentimen pandemi Covid-19.

International Energy Agency atau (IEA) memperkirakan permintaan gas global turun hingga 4 persen pada tahun ini, menjadi penurunan permintaan terbesar bagi pasar gas global sepanjang sejarah.

Seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 telah membuat banyak negara menahan pembelian karena telah melemahkan ekonomi importir dan adanya keterbatasan pengiriman akibat kebijakan lockdown di beberapa negara untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini Indeks BEI
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top