Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menyambut Paruh Kedua 2020, IHSG Nantikan Sentimen Positif

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup pekan terakhir Juni 2020, Jumat (26/6/2020), parkir di level 4.904,09, menguat tipis 0,15 persen atau 7,36 poin daripada penutupan perdagangan sebelumnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  19:04 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Menyambut paruh kedua tahun ini, investor pasar modal menantikan katalis positif yang dapat membantu mengerek indeks harga saham gabungan kembali ke level 5.000.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menutup pekan terakhir Juni 2020, Jumat (26/6/2020), parkir di level 4.904,09, menguat tipis 0,15 persen atau 7,36 poin daripada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan kali ini, investor asing mencatatkan net sell Rp697,7 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi sasaran utama aksi jual investor asing dengan nilai transaksi mencapai Rp199,9 miliar.

Adapun, penguatan ditopang oleh saham sektor infrastruktur yang menguat 1,08 persen, disusul oleh sektor properti yang menguat 0,98 persen.

Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. menjadi pendorong laju IHSG dengan masing-masing kinerja yaitu, naik 14,01 persen dan naik 0,95 persen.

Sementara itu, saham perbankan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi penekan laju IHSG seiring dengan koreksi hingga 1,4 persen.

Di sisi lain, dalam sepekan terakhir nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesai (BEI) cenderung kecil dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi hanya sebesar Rp6 triliun per hari.

Bahkan, pada perdagangan Jumat (26/6/2020), nilai transaksi harian hanya mencapai Rp5,67 triliun, terendah untuk pekan ini.

Sepanjang Juni, IHSG berhasil menunjukkan kinerja penguatan dengan naik 3,98 persen. Kinerja yang baik itu tercermin, pada pertengahan Juni IHSG sempat berhasil kembali ke level 5.139, level tertinggi IHSG sejak Maret.

SVP PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan bahwa menyambut paruh kedua tahun ini, pasar justru dihadapi oleh sepinya sentimen positif untuk memulihkan IHSG dari tren penurunan akibat pandemi Covid-19.

Menurut dia, selama IHSG belum bisa melewati resisten 5.150, maka IHSG masih rentan untuk terkoreksi karena investor dan pelaku ekonomi masih menunggu hasil laporan keuangan emiten realisasi pertumbuhan PDB pada kuartal II/2020.

Sentimen dari global pun tidak ada banyak perkembangan baru, selain data ekonomi AS yang menunjukkan sinyal pemulihan tetapi kembali ditekan oleh lonjakan kasus baru Covid-19 pasca pelanggaran pembatasan ekonomi.

“Jadi, sebenarnya investor masih menunggu faktor internal apakah sudah improve atau belum karena sejauh ini data ekonomi dan emiten belum keluar semua, maka sekali lagi sepi sentimen di pasar,” ujar Janson kepada Bisnis, Jumat (26/6/2020).

Investor berharap kinerja keuangan emiten-emiten pada paruh kedua tahun ini dapat lebih baik dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya.

Jika laporan kinerja keuangan emitan pada kuartal III/2020 berhasil lebih baik daripada kuartal sebelumnya dan didukung dengan perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri yang melambat, maka IHSG dapat mengarah ke 5.250 hingga 5.400.

Janson pun merekomendasikan saham ICBP, KLBF, UNVR, EXCL, TLKM, TOWR, BBNI, BMRI, ASII, HMSP, dan GGRM untuk dicermati pada perdagangan Juli 2020.

Hal senada disampaikan oleh Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio. Dia mengatakan bahwa pasar saat ini menanti sentimen positif untuk membantu IHSG dapat menembus level resisten kuat di 5.000.

Menurut dia, sentimen yang dapat mendukung pasar saat ini adalah stimulus dari bank sentral global yang memberikan suntikan dana melalui operasi pasar terbuka serta penurunan suku bunga, dan juga dibukanya ekonomi.

“Tetapi pembukaan ekonomi ini juga diikuti oleh peningkatan level infeksi Covid-19 secara global, sehingga saat ini sentimen ditemukannya vaksin ataupun obat Covid-19 menjadi hal yang ditunggu oleh pelaku pasar dalam melakukan investasinya lagi di pasar modal,” ujar Frankie kepada Bisnis.

Dia pun merekomendasikan saham ICBP, UNVR, BBNI, dan GGRM untuk dicermati pada perdagangan Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham bursa efek indonesia
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top