Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Net Sell Asing Deras, Penguatan IHSG Menipis Akhir Sesi I

Hingga akhir sesi I, IHSG menguat 0,13 persen atau 6,38 poin menjadi 4.903,11. Sepanjang hari, harga bergerak di rentang 4.882,14 - 4.941,14.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  11:32 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melaju di zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Jumat (26/6/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terpantau menguat 0,5 persen atau 24,43 poin ke level 4.921,17 pada pukul 09.27 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (25/6/2020), IHSG ditutup melemah 1,37 persen atau 68 poin ke level 4.896,73.

Hingga akhir sesi I, IHSG menguat 0,13 persen atau 6,38 poin menjadi 4.903,11. Sepanjang hari, harga bergerak di rentang 4.882,14 - 4.941,14. Net sell asing tercatat sebesar Rp360,6 miliar.

Sementara itu, bursa Asia bergerak variatif pagi ini. Indeks Nikkei 225 menguat 0,97 persen, indeks, indeks FTSE Straits Times menguat 0,91 persen, sedangkan indeks Hang Seng melemah0,52 persen.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpeluang rebound pada perdagangan hari ini, didorong oleh sentimen dari dalam dan luar negeri.

Semalam, Senat AS telah meloloskan proposal hukum yang berisi sanksi hukum terhadap individual, entitas, dan bank yang terkait dengan pejabat negara China yang terlibat dalam penerapan RUU keamanan baru China terhadap Hongkong.

Sementara itu, The Fed mengumumkan pembatasan buyback dan pembagian dividen oleh bank di AS untuk memastikan kecukupan likuiditas dan permodalan bank menyusul keluarnya hasil stress test The Fed.

Selain itu, pemerintah telah menetapkan untuk memindahkan dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia ke bank Himbara dengan bunga ~80% dari suku bunga acuan saat ini. Hal ini untuk meningkatkan likuiditas bank Himbara dan memacu kredit pada sektor rill.

Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan sentimen negatif dari IMF menutup katalis positif rencana penempatan dana pemerintah di Himbara. Sektor saham konsumer dan sektor saham industri menjadi penekan utama laju IHSG.

Lanjar menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG melemah namun masih berada dalam tren positif jangka menengah. Menurutnya, indeks mencoba bertahan di moving average 5 dan 20 hari.

Indikator Stokastik dan RSI terkonsolidasi di area tengah oscillator. Dengan demikian, IHSG diperkirakan masih akan bergerak moderat.

“IHSG cenderung mencoba ditutup di zona hijau dengan support resistance 4.830—4.965,” ujarnya melalui riset yang dikutip, Jumat (26/6/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top