Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.231, Rupiah Berbalik Terdepresiasi

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.231 per dolar AS, melemah 71 poin atau 0,5 persen dari posisi Rp14.160 pada Rabu (24/6/2020).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  10:55 WIB
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati menunjukan uang Rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Minggu (7/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.231 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Kamis (25/6/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.231 per dolar AS, melemah 71 poin atau 0,5 persen dari posisi Rp14.160 pada Rabu (24/6/2020).

Di sisi lain, berdasarkan data Bloombergnilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.150 per dolar AS pukul 10.36 WIB dibandingkan level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.115 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak dalam kisaran 14.115 – 14.150 per dolar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan mata uang garuda berpotensi menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6/2020). 

“Rupiah kemungkinan masih akan menguat di level 14.100-14.150,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2020).

Ibrahim menyebut pergerakan laju nilai rupiah akan dipengaruhi beberapa sentimen dari luar negeri dan dalam negeri. Dari faktor eksternal, pelaku pasar dinilai sudah lega melihat tensi hubungan AS dan China yang mengendur.

Sebelumnya, Penasihat Perdagangan Gedung Putih Peter Navarro membuat kegaduhan dengan mengatakan bahwa kesepakatan dagang AS-China sudah selesai. Pernyataan Gedung Putih terkait tidak ada gelombang serangan kedua Covid-19 di AS juga cukup membuat lega pelaku pasar. 

Di sisi lain, proposal paket stimulus senilai US$1,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur diperkirakan bakal berjalan mulus. Di Eropa, berbagai indikator seperti indeks manufaktur dan penjualan rumah menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi. 

Di dalam negeri, kondisi perekonomian Indonesia masih tergolong lebih baik dibandingkan dengan negara lain di tengah pandemi virus corona. Kondisi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih mampu tumbuh sebesar 2,97 persen pada kuartal I/2020.

Ibrahim mengakui, perekonomian pada kuartal II/2020 akan mengalami kontraksi seiring penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, kontraksi diestimasi tidak terlalu parah sehingga apa yang ditakutkan oleh pemerintah maupun Bank dunia tidak akan terjadi.

“Kenapa tidak takut ? karena pemerintah kembali melonggarkan PSBB, perkantoran, Mall dan pasar sudah kembali beraktifitas,” ujar Ibrahim. 

Sementara itu, indeks dolar, yang melacak pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mata uang utama dunia lainnya, terpantau menguat 0,124 poin atau 0,23 persen ke posisi 97,2720 pada pukul 11.31 WIB.

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak dalam kisaran level 96,550 – 96,666.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)
TanggalKurs
25 JuniRp14.231
24 JuniRp14.160
23 JuniRp14.265
22 JuniRp14.209
19 JuniRp14.242
18 JuniRp14.186

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah jisdor
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top