Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kerugian Minna Padi Sekuritas (PADI) Membengkak Jadi Rp82 Miliar

Rugi peride tahun berjalan PADI membengkak menjadi Rp82,19 miliar pada kuartal I/2020.
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pendapatan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) menyusut drastis sepanjang kuartal I/2020. Sebagai buntutnya, perseroan menanggung rugi yang semakin dalam.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, sepanjang kuartal I/2020 pendapatan usaha perseroan berkurang Rp78,65 miliar, utamanya akibat pendapatan kegiatan perantara perdagangan efek yang minus Rp78,88 miliar.

Pos pendapatan lainnya yakni pendapatan kegiatan penjaminan emisi efek juga menguap. Tahun lalu perseroan masih mencatatkan pendapatan dari pos ini sebesar Rp1 miliar, tapi di tahun ini pemasukannya Rp48.620 saja.

Secara akumulasi, pendapatan perseroan tahun ini hanya datang dari pos pendapatan dividen dan bunga yakni sebesar Rp227,89 juta, sedikit lebih tinggi dari pendapatan pos yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp213,88 juta.

Seiring dengan tiadanya pendapatan perseroan, rugi peride tahun berjalan PADI juga membengkak menjadi Rp82,19 miliar. Adapun tahun lalu perseroan juga mencetak rugi sebesar Rp3,84 miliar.

Meski demikian, pada pos arus kas dari aktivitas operasi penyusutan dapat ditekan yang mana kuartal I/2020 ini perseroan kas dari aktivitas operasi perseroan susut Rp4,69 miliar, sedangkan tahun lalu penyusutannya mencapai Rp5,30 miliar.

Kemudian, peseroan membukukan kas setara kas akhir periode yang sedikit meningkat yakni sebesar Rp10,11 miliar, atau naik 16,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar RP8,68 miliar.

Sementara pada pos kewajiban, PADI juga berhasil menekan liabilitasnya. Per 31 Maret 2020, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp28,14 miliar, turun 21,19 persen dibandingkan liabilitas pada kuartal I/2019 yang sebesar Rp35,70 miliar.

Utang perseroan tersebut didominasi oleh kewajiban kepada bank sebesar Rp14,25 miliar dan liabilitas imbalan kerja karyawan sebesar Rp9,17 miliar. Ada pula utang ke pihak-pihak berelasi dan pihak ketiga masing-masing Rp1,74 miliar dan Rp1,32 miliar.

Adapun jumlah ekuitas perseroan per akhir kuartal I/2020 adalah sebesar 312,52 miliar. Jumlah ini menurun 25,30 persen dibandingkan jumlah ekuitas PADI per akhir kuartal I/2019 yang mencapai Rp418,39 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper