Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Tambah Lesu Saat Bursa Asia Menguat, Ini Kata Analis

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (23/6/2020), kendati bursa Asia menguat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  16:00 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan hari kedua berturut-turut, Selasa (23/6/2020), kendati bursa Asia menguat.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.879,13 dengan pelemahan 0,81 persen atau 39,70 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (22/6/2020), IHSG berakhir di level 4.918,83 dengan koreksi 0,47 persen atau 23,44 poin.

Indeks terpantau mulai melanjutkan pelemahannya dengan turun 0,21 persen pada awal perdagangan Selasa. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.879,13 – 4.938,39.

Sebanyak 6 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di zona merah, dipimpin industri dasar (-1,56 persen) dan pertambangan (-1,14 persen). Adapun sektor aneka industri naik 0,51 persen, sedangkan perdagangan dan pertanian sama-sama meningkat 0,11 persen.

Tercatat 147 saham menguat, 249 saham melemah, dan 172 saham berakhir stagnan. Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 6,8 persen dan 2,2 persen menjadi penekan utama IHSG.

Berbanding terbalik dengan IHSG, mayoritas indeks saham di Asia mampu mengakhiri pergerakannya di zona hijau, antara lain indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang yang masing -masing naik 0,50 persen dan 0,51 persen.

Kemudian, indeks Shanghai Composite China (+0,18 persen), Hang Seng Hong Kong (+1,51 persen), Kospi Korea Selatan (+0,21 persen), dan indeks S&P/ASX 200 Australia (+0,17 persen).

Secara keseluruhan, bursa Asia berhasil menguat bersama bursa Eropa dan kontrak berjangka indeks Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump angkat bicara soal kesepakatan dagang dengan China..

Pergerakan indeks saham sempat melorot bersama harga minyak dan nilai tukar yuan offshore ketika Penasihat Perdagangan Gedung Putih Pete Navarro mengatakan bahwa perjanjian perdagangan dengan China yang ditandatangani pada Januari telah berakhir

Namun tak lama kemudian, Navarro mengklarifikasi bahwa komentar tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan kesepakatan perdagangan Fase I yang terus berlangsung hingga kini.

Menyusul klarifikasinya, kontrak berjangka indeks AS berbalik menguat. Apalagi, Presiden Trump kemudian mengonfirmasi tentang berlanjutnya kesepakatan dagang AS-China..

Pergerakan pasar yang dapat berubah signifikan sewaktu-waktu menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap kabar terkait AS-China.

“Ini menunjukkan bahwa pasar tetap sangat sensitif terhadap ketegangan AS-China,” tutur Kepala strategi makro untuk Asia di Canadian Imperial Bank of Commerce, Hong Kong, Patrick Bennett.

Sementara itu, dalam publikasi terbarunya Selasa (23/6), Analis Panin Sekuritas Nico Laurens menjelaskan bahwa kinerja IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor spesifik dalam negeri dimana kasus Covid-19 Indonesia tertinggi di Asia Tenggara.

Selain itu, Nico menjelaskan bahwa volatilitas IHSG meningkat belakangan ini. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh porsi investor di kategori domestik ritel.

“Investor di kategori domestik ritel yang memiliki behavior trading jangka pendek dan spekulatif,” ujarnya. Di sisi lain, dia juga melihat downside risk perbaikan ekonomi di Indonesia masih tinggi ke depannya.

Senada dengan Nico, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan mengatakan pergerakan indeks dibayangi adanya kekhawatiran kelanjutan gelombang kedua Covid-19.

“Sejauh ini juga masih minim sentimen pergerakan yang dapat mendorong pasar,” jelasnya.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 12 poin atau 0,08 persen ke level Rp14.161 per dolar AS, setelah sepanjang hari bergerak di kisaran 14.161 – 14.250.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Bursa Asia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top