Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Wirecard Anjlok 44 Persen, Bursa Eropa Ditutup Melemah

Bursa Eropa berakhir melemah hampir 1 persen pada perdagangan Senin (22/6/2020), di tengah kekhawatiran tentang penyebaran baru kasus infeksi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  06:07 WIB
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt, Jerman. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa berakhir melemah hampir 1 persen pada perdagangan Senin (22/6/2020), di tengah kekhawatiran tentang penyebaran baru kasus infeksi virus corona (Covid-19).

Pergerakan indeks Stoxx Europe 600, yang mewakili saham perusahaan-perusahaan di 17 negara kawasan Eropa, ditutup di level 362,70 dengan pelemahan 2,76 poin atau 0,76 persen.

Di antara indeks saham utama penekan Stoxx pada Kamis adalah indeks FTSE 100 Inggris (-0,76 persen), CAC 40 Prancis (-0,62 persen), dan DAX Jerman (-0,55 persen).

Saham Wirecard yang anjlok 44,07 persen membukukan penurunan tertajam setelah menyatakan soal hilangnya 1,9 miliar Euro (US$2,1 miliar) dari rekening kas.

Pelemahan Wirecard disusul saham Carnival PLC (-10,23 persen) setelah lini-lini pelayaran besar setuju untuk menunda pelayaran dari pelabuhan AS hingga 15 September, dan John Wood Group PLC. (-7,09 persen).

Pasar saham Eropa telah menguat pekan lalu didorong optimisme langkah-langkah stimulus yang kuat dan gejala meredanya wabah baru Covid-19 di Beijing.

Namun, pasar tetap diselimuti kekhawatiran tentang kemungkinan gelombang kedua Covid-19, dengan California mencatat rekor peningkatan kasus baru dan kasus infeksi di Florida melonjak lebih dari angka rata-rata mingguan.

Sementara itu, laju pertumbuhan infeksi di Jerman meningkat untuk hari ketiga dengan penambahan klaster di pabrik daging dan kompleks perumahan.

"Dengan musim pelaporan mendatang, berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan perdagangan, krisis corona yang sedang berlangsung, dan pemilihan presiden AS yang akan terjadi pada awal November, ada banyak batu sandungan di depan," ujar Kepala Strategi Multi-aset dan Penelitian di Joh Berenberg Goss, Ulrich Urbahn, dikutip dari Bloomberg.

Tim multi-aset Berenberg sedikit mengurangi overweight dalam saham pada awal Juni dan memberi lindung nilai dalam emas dan Treasury AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa indeks stoxx 600
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top