Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Telkom (TLKM) Dilego Asing Paling Besar, Terimbas Sentimen Tiphone (TELE)?

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per akhir perdagangan hari ini saham TLKM menduduki daftar teratas net foreign sell, dengan total nilai penjualan mencapai Rp254,9 miliar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  18:25 WIB
Suasana di Telkom Indonesia National Command Center (TIOC) di Jakarta, Rabu, (13/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Suasana di Telkom Indonesia National Command Center (TIOC) di Jakarta, Rabu, (13/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Telekomunikasi Indoensia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing hari ini, Selasa (23/6/2020), hanya berselang satu hari dari kegagalan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) membayar kewajibannya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per akhir perdagangan hari ini saham TLKM menduduki daftar teratas net foreign sell, dengan total nilai penjualan mencapai Rp254,9 miliar.

Kinerja emiten telekomunikasi pelat merah itu juga turut tertekan dengan koreksi 70 poin atau 2,19 persen dibandingkan perdagangan kemarin. Adapun saat ini harga sahamnya berada di level 3.130 per saham.

Sementara itu, TLKM ternyata memiliki keterkaitan dengan TELE. Telkom diketahui sebagai pemegang 100 persen saham PT PINS Indonesia, yang mana perusahaan tersebut memiliki 24 persen saham Tiphone.

Selain itu, Tiphone merupakan salah satu distributor handset dan voucher pulsa Telkomsel, anak perusahaan utama dari Telkom.

VP Corporate Finance & Investor Relations Telkom Andi Setiawan latar belakang Telkom melakukan penyertaan saham pada Tiphone ialah memperkuat ekosistem bisnis perseroan. Penguatan itu mencakup dukungan penetrasi smart phone untuk mempercepat pertumbuhan bisnis digital.

Selain itu, tambah Andi, adanya Tiphone mendukung penguatan jalur distribusi voucher pulsa pada bisnis Telkomsel.

Lebih lanjut dia menuturkan secara umum ada dua dampak risiko gagal bayar kewajiban finansial Tiphone terhadap Telkom, yakni dampak operasional dan keuangan.

Namun, secara operasional tidak berdampak signifikan mengingat masih banyak distributor voucher pulsa lain. Pun, tren penjualan pulsa secara online pun semakin meningkat.

Sementara secara finansial, dampaknya ialah berpotensi adanya perubahan atas nilai wajar PINS pada Tiphone.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri tengah melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagaangan efek PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE) di seluruh pasar, baik saham maupun obligasi.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Vera Floruida menjelaskan keputusan BEI ini merujuk pada pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tanggal 18 dan 19 Juni 2020 mengenai penundaan pembayaan pokok dan bunga dari obligasi TELE.

Dalam pengumuman KSEI No. KSEI-6667/DIR/0620 tanggal 19 Juni 2020, perseroan mengumumkan penundaan pembayaran pokok dan bunga ke-12 Obligasi BKLJT I Tiphone Thp 3 Tahun 2017 Seri B.

Adapun dalam pengumuman KSEI No. KSEI-6621/DIR/0620 tanggal 18 Juni 2020, TELE mengumumkan penundaan pembayaran bunga Ke-3 Obligasi Berkelanjutan II Tiphone Tahap II Tahun 2019.

“Maka Bursa memutuskan untuk melakukan perpanjangan penghentian sementara Perdagangan Efek (saham dan obligasi) PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk. (TELE, TELE01CCN2, TELE01BCN3, TELE02CN2) di seluruh pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek tanggal 22 Juni 2020,” demikian tulis Vera, Senin (22/6/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom tiphone saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top