Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Volatilitas Pasar Modal Meningkat, Ini Strategi Morgan Stanley

Morgan Stanley menduduki peringkat pertama di Strategi Ekuitas dan Penelitian Tematik serta peringkat kedua di Ekonomi dan Penelitian Kuantitatif.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  14:12 WIB
Gedung Morgan Stanley. - Reuters
Gedung Morgan Stanley. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Morgan Stanley akan berfokus pada pengembangan lebih lanjut produk di tengah volatilitas pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi.

William Greene, Direktur Pelaksana dan Kepala Riset Asia untuk Morgan Stanley mengatakan pengembangan lebih lanjut produk juga akan dibarengi dengan peningkatan interaksi dua arah dan akes dengan klien, serta melakukan inovasi saluran komunikasi.

"Kami secara signifikan telah meningkatkan keterlibatan secara virtual melalui webcast harian dan konferensi investor secara online. Selain itu, kami juga meningkatkan keterlibatan virtual dengan menggunakan AlphaWise alternative data platform, yaitu terobosan terbaru dari kami,” Jelasnya melalui keterangan resmi, Sabtu (20/6/2020).

Dia menuturkan ragam produk unggulan industri dari riset Morgan Stanley – seperti Blue papers, Foundations, Insights, Ideas dan Updates – menyuguhkan konten yang terdiferensiasi dari penelusuran mendalam, metode berjangka panjang, dan laporan yang bisa menjadi dasar kebijakan.

Berdasarkan survei Insitutional Investor, Riset Asia Pasifik dari Morgan Stanley terus menerus menunjukkan performa yang tinggi pada pasar, sektor, dan makro/strategi. Morgan Stanley menduduki peringkat pertama di Strategi Ekuitas dan Penelitian Tematik serta peringkat kedua di Ekonomi dan Penelitian Kuantitatif.

Di antara dua belas pasar, Morgan Stanley menempati peringkat pertama di enam negara, yakni Australia/ Selandia Baru, Indonesia, Singapura, dan Taiwan serta peringkat kedua di enam negara lainnya, yaitu China, Hong Kong, India, dan Korea Selatan.

Sedangkan berdasarkan sektor, Morgan Stanley menduduki peringkat pertama untuk riset industri Otomotif & Suku Cadang Mobil, Teknologi/Semikonduktor, dan Telekomunikasi. Selain itu, Morgan Stanley juga menempati peringkat kedua untuk riset Bank, Konsumen, Gim dan Perhotelan, Internet, Daya, saham Kecil-Menengah, Teknologi/Perangkat Keras, Teknologi/Layanan IT, dan Transportasi.

Morgan Stanley pun menempati peringkat pertama dalam peringkat tahunan tim riset All Asia dari majalah Insitutional Investor. Peringkat Institutional Investor 2020 All- Asia Research Team ini disusun berdasarkan jajak pendapat 4.800 pelaku investasi profesional dari 1.300 institusi.

Tim riset Asia dari Morgan Stanley masuk ke dalam peringkat 35 kategori yang tersedia dimana 11 diantaranya menempati peringkat pertama, 18 tim berada di peringkat kedua, dan 5 tim berada di peringkat ketiga,

Dengan demikian, survey yang mencakup negara-negara Asia ex-Japan (AxJ) ini memposisikan 34 tim dari Morgan Stanley pada posisi peringkat tiga teratas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

morgan stanley
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top