Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Minyak Volatil, Goldman Raup Cuan 1 Miliar Dolar AS

Torehan keuntungan lebih dari 1 miliar dolar merupakan pendapatan terbesar dari sektor komoditas dalam satu dekade terakhir.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  10:06 WIB
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Kapal tanker pengangkut minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sektor perdagangan komoditas Goldman Sachs Group Inc. berhasil meraup keuntungan sebesar US$1 miliar seiring kenaikan harga minyak mentah dunia.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (11/6/2020), hingga Mei 2020, Goldman Sachs telah mendapatkan keuntungan senilai lebih dari US$1 miliar. Catatan ini sekaligus menjadi perolehan pendapatan terbesar dari sektor ini dalam satu dekade terakhir.

Ketidakpastian tinggi di pasar perminyakan yang membuat harga minyak mentah sempat berada di area negatif membuat perusahaan dan investor ritel melepaskan taruhannya pada komoditas ini. Hal ini pun memunculkan kesempatan bagi para pedagang di Wall Street untuk menghasilkan keuntungan jumbo.

Keuntungan dari transaksi tersebut juga membantu bank-bank besar mengimbangi perlambatan di sektor usaha lain yang terdampak pandemi virus corona. 

Para pengelola dana di Goldman Sachs juga mencatatkan kenaikan pendapatan 28 persen pada tiga bulan pertama di tahun 2020 setelah sukses menjaga performa instrumen fixed-income tetap prima.

“Kami adalah market maker dan juga terlibat dalam bisnis client franchise. Setiap saat, kami melakukan yang terbaik untuk membantu klien kami mengelola risiko,” ujar Juru Bicara Goldman Sachs, Patrick Lenihan.

Pendapatan Goldman Sachs dari sektor minyak didapat dari prediksi dua pimpinan bisnis komoditasnya, yakni Qin Xiao dan Anthony Dewell. 

Xiao memprediksi risiko terjadinya penurunan ekonomi di tengah reli positif pasar saham global. Prediksi ini pun menjadi kenyataan setelah pandemi virus corona terjadi.

Sementara itu, Dewell sukses mengantisipasi anjloknya harga minyak West Texas Intermediate pada bulan April seiring dengan melimpahnya cadangan minyak yang mengakibatkan harga komoditas ini jatuh di bawah US$0. 

Hal ini mengakibatkan banyak investor terpaksa menjual produk-produk investasi seperti exchange traded funds yang tidak dirancang untuk menghadapi harga dibawah 0.

Torehan pendapatan Goldman Sachs dari sektor ini mendekati perolehan yang didapat pada sektor yang sama 1 dekade lalu. Kala itu, sektor perdagangan komoditas Goldman Sachs dapat meraup keuntungan di kisaran US$3 miliar per tahunnya. Namun, perlahan-lahan pendapatan dari sektor ini pun menurun dan sempat hampir ditutup karena dinilai tidak diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak goldman sachs harga minyak mentah wti
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top