Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenormalan Baru, Kapuas Prima Coal (ZINC) Optimis Harga Komoditas Logam Membaik

Direktur Kapuas Prima Coal Hendra Susanto William menyampaikan pelonggaran lockdown di hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia akan berdampak positif pada harga logam dasar termasuk komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  20:45 WIB
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id
Smelter timbal PT Kapuas Prima Coal Tbk. - kapuasprima.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan logam dasar PT Kapuas Prima Coal Tbk. (ZINC) menyambut baik skenario kenormalan baru dengan menyiapkan langkah-langkah untuk menyesuaikan operasional.

Direktur Kapuas Prima Coal Hendra Susanto William menyampaikan pelonggaran lockdown di hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia akan berdampak positif pada harga logam dasar termasuk komoditas seng (Zn) dan timbal (Pb).

“Harga komoditas seng dan timbal serta logam dasar lainnya mengalami penurunan dikarenakan pandemi penyakit virus corona, pemberlakuan lockdown sebagai langkah pencegahan berpengaruh terhadap permintaan dan kebutuhan logam dasar,” ujar Hendra dikutip dari siaran persnya yang diterima Bisnis, Kamis (11/6/2020).

Pelonggaran tersebut diharapkan akan mengembalikan permintaan dan kebutuhan logam dasar sehingga harga logam dasar termasuk komoditas seng dan timbal ikut terangkat.

Hendra melanjutkan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di Indonesia sebelumnya menghambat kedatangan tenaga ahli asing yang bertanggung jawab dalam proyek smelter dan distribusi hasil tambang perseroan.

“Diharapkan pelonggaran ini akan mempermudah lalu lintas orang dan barang, dengan begitu proyek ZINC yang tertunda selama pandemi dapat dikejar,” sambungnya.

Terkait langkah-langkah penyesuaian operasional dengan skenario kenormalan baru, Hendra menambahkan perseroan akan terus menerapkan langkah pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir di lokasi pertambangan dan perkantoran.

Untuk diketahui, pada 2019, emiten berkode saham ZINC tersebut mencatatkan penjualan sebesar Rp885,1 miliar, meningkat 17,3 persen dari capaian pada tahun sebelumnya. Sementara, laba bersih perseroan bertumbuh 62,3 persen menjadi Rp178,8 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten logam
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top