Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Turun 0,42 Persen pada Akhir Sesi I, Rupiah Tinggalkan Level 14.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mengikis sebagian pelemahannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  12:48 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mengikis sebagian pelemahannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG parkir di level 4.896,27 dengan koreksi 20,43 poin atau 0,42 persen pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2020), IHSG berakhir di level 4.916,7 dengan pelemahan 0,49 persen atau 24,3 poin, mematahkan reli kenaikan hari keenam beruntun sejak perdagangan Selasa (26/5/2020).

Sebelum melanjutkan pelemahannya, indeks sempat beringsut ke zona hijau dan naik tipis 0,02 persen atau 1,15 poin ke level 4.917,85 pada Jumat (5/6) pukul 9.00 WIB. Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I, IHSG bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.851,15 – 4.926,27.

Sebanyak 5 dari 9 sektor menetap di zona merah pada akhir sesi I, dipimpin infrastruktur (-1,29 persen) dan industri dasar (-1,06 persen). Empat sektor lainnya mendarat di wilayah positif, dipimpin properti (+2,49 persen).

Dari 693 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 198 saham menguat, 196 saham melemah, dan 299 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 1,73 persen dan 2,73 persen menjadi penekan utama IHSG pada akhir sesi I.

Di sisi lain, saham PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) dan PT Pollux Properti IndonesiaTbk. (POLL) yang masing-masing naik 9,66 persen dan 2,65 persen menjadi pendorong utama sekaligus membatasi besarnya pelemahan IHSG.

Menurut Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali, investor masih mengkhawatirkan bahwa ekonomi tidak akan pulih secara cepat atau dalam jangka 1 tahun. Beberapa data ekonomi di seluruh dunia masih disoroti dan saat ini belum terlihat membaik.

“Tentunya bila terjadi perbedaan jauh antara harga saham dan kinerja di sektor riil maka perlu dipertanyakan apakah peningkatan tersebut sejalan dengan pemulihan sektor riilnya,” paparnya.

Frederik memprediksi IHSG masih akan volatil hingga data fundamental dapat mendukung peningkatan. Pembukaan kembali ekonomi diyakini dapat memulihkan kondisi tetapi risiko masih tetap tinggi.

Di sisi lain, sejumlah indeks saham di Asia mampu bergerak positif siang ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,33 persen dan 0,43 persen, sedangkan Kospi Korea Selatan menanjak 1,28 persen.

Meski demikian, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 terkoreksi 0,26 persen dan 0,27 persen masing-masing.

“Kita mungkin akan melihat lebih banyak pergerakan yang mendatar, lebih banyak perdagangan dalam kisaran sampai ada katalis yang mendorongnya,” tutur Kristina Hooper, Kepala Strategi pasar global di Invesco, dikutip dari Bloomberg.

Berbanding terbalik dengan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau melonjak 210 poin atau 1,49 persen ke posisi Rp13.885 per dolar AS pukul 11.14 WIB.

Penguatan mata uang Garuda didorong optimisme bahwa pembukaan kembali kegiatan perekonomian secara bertahap dan membaiknya sentimen risiko global akan meningkatkan arus modal masuk ke aset-aset berimbal hasil tinggi.

“Asing kembali masuk ke dalam obligasi Indonesia akhir-akhir ini, sehingga mendukung rupiah,” ujar pakar strategi valas di Bloomberg Intelligence Stephen Chiu.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top