Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cari Tambahan Modal, Citra Marga (CMNP) Siap Rights Issue

CMNP akan menerbitkan saham baru sebanyak-banyak 1,8 miliar. Setiap pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk memesan saham baru akan terdilusi maksimum 33,33 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  21:37 WIB
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. berencana untuk menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1,81 miliar saham melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue disertai dengan penerbitan waran. 

Dalam keterbukaan informasi perseroan di laman resmi Bursa Efek Indonesia pada Jumat (5/6/2020), emiten berkode saham CMNP itu berencana untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan HMETD melalui Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) kepada para pemegang saham perseroan saat ini.

Penambahan modal tersebut dilakukan dengan melepas saham dalam jumlah sebanyak-banyaknya 1.810.415 972 miliar saham dengan nilai nominal Rp500 per saham (PUT II). Jumlah sama juga akan ditawarkan dari pelaksanaan Waran seri I

Perseroan berencana untuk melaksanakan penambahan modal dalam jangka waktu yang dianggap baik oleh Perseroan dalam sekali penerbitan atau secara bertahap.

Hal ini mengikuti ketentuan dalam POJK No.14/2019 yang mengatur bahwa jangka waktu antara tanggal persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Adapun CMNP akan melakukan RUPSLB pada 14 Juli 2020 mendatang. 

Setiap pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk memesan saham baru dalam HMETD nantinya akan terdilusi sebesar maksimum 33,33 persen setelah pelaksanaan PUT II. Sedangkan pemegang saham yang memperoleh Waran seri I yang tidak melaksanakan hak atas Waran Seri U miliknya dapar terdilusi nilai sahamnya maksimal sebesar 25 persen. 

"Dengan demikian, pemegang saham perseroan yang tidak menggunakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam HMETD sampai terlaksananya Waran Seri I akan terdilusi sebesar maksimum 50 persen," demikian kutipan informasi tersebut. 

Per 29 Mei 2020, komposisi pemegang saham CMNP terdiri atas BP2SF/BNP Paribas Singapore Wealth Management sebesar 47,16 persen, Raja Berkah Tentram 7,59 persen, dan kelompok masyarakat sebesar 45,25 persen. 

Sementara itu, perseroan menjelaskan bahwa seluruh dana segar yang akan diperoleh dari aksi korporasi ini setelah dikurangi biaya pengeluaran lainnya akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan dan anak perusahaan berupa setoran modal  dan cash deficiency

Sejumlah proyek yang akan didanai dari aksi korporasi ini adalah proyek jalan tol Antasari-Salabenda, proyek jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, ruas tol Soreang-Pasir Koja, dan pengembangan jalan tol Ir Wiyoto-Wiyono. 

“HMETD ini diharapkan dapat menambah jumlah saham yang beredar dan meningkatkan likuiditas saham perseroan, "demikian kutipan informasi tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue citra marga nusaphala persada
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top