Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diadang Pandemi, Nasabah dan Transaksi Saham Mandiri Sekuritas Tetap Tumbuh

Mandiri Sekuritas menyampaikan kenaikan lebih dari 11.000 nasabah baru untuk segmen ritel pada empat bulan pertama 2020. Selain itu, perseroan mencatat nilai transaksi rata-rata nasabah ritel pada April 2020 melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan transaksi Januari 2020.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  20:55 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Mandiri Sekuritas melaporkan pertumbuhan nasabah baru yang diiringi dengan kenaikan transaksi saham nasabah ritel selama masa pandemi Covid-19.

Dalam siaran pers Selasa (2/6/2020), Mandiri Sekuritas menyampaikan kenaikan lebih dari 11.000 nasabah baru untuk segmen ritel pada empat bulan pertama 2020. Selain itu, perseroan mencatat nilai transaksi rata-rata nasabah ritel pada April 2020 melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan transaksi Januari 2020.

Mandiri Sekuritas menyebut pertumbuhan itu didorong meningkatnya kesadaran berinvestasi serta kemudahan layanan investasi pasar modal daring yang dapat diakses melalui aplikasi mandiri online securities trading (MOST).

Direktur Mandiri Sekuritas Theodora VN Manik mengatakan pandemi Covid-19 mengubah perilaku masyarakat untuk lebih adaptif terhadap teknologi. Hal itu tidak terkecuali untuk urusan investasi.

Selain itu, lanjut dia, situasi saat ini mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan dengan baik untuk mengantisipasi kebutuhan di masa depan.

“Mandiri Sekuritas sebagai perusahaan yang berorientasi pada nasabah telah memberikan kemudahan untuk berinvestasi secara aman dan nyaman melalui layanan aplikasi MOST,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (2/6/2020).

Theodora menyebut masyarakat dapat menjadi investor pasar modal dari rumah dengan melakukan pembukaan rekening efek secara daring atau online account opening.

Pihaknya menyebut pembukaan rekening dapat dilakukan dengan tiga langkah mudah yakni mengisi data diri, mengunggah dokumen yang diperlukan, serta melakukan tanda tangan digital.

Dia menyebut saat ini Mandiri Sekuritas telah dipercaya lebih dari 133.000 nasabah ritel atau individu. Dari jumlah itu, 90 persen nasabah berinvestasi secara daring.

“Memasuki fase normal baru ini, Mandiri Sekuritas berkomitmen mendukung masyarakat untuk tetap produktif dengan berinvestasi di pasar modal guna meraih kemapanan di masa depan,” jelasnya.

Mandiri Sekuritas menyebut nasabah ritel perseroan juga aktif meningkatkan kemampuan berinvestasi saham dengan mengikuti kelas gratis di platform daring MOST Learning. Pelatihan yang diberikan yakni antara lain pengenalan pasar modal, analisis fundamental, analisis teknikal, dan pengenalan pasar modal syariah.

Dalam empat bulan terakhir, Mandiri Sekuritas telah menyelenggarakan sekitar 70 kelas yang diikuti oleh lebih dari 12.000 peserta. Perseroan juga bekerja sama dengan beberapa kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia untuk memberikan sosialisasi investasi pasar modal di beberapa daerah seperti Jambi, Jawa Barat, dan Lampung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor mandiri sekuritas investasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top