Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Kasus Sinarmas, Presiden Direktur Bibit Tumbuh Bersama Diganti

Bibit Tumbuh Bersama selaku agen penjual reksa dana mengakui saran kepada nasabah yang dikirim kepada nasabah pada 26 Mei 2020 tidak tepat.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  11:19 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bibit Tumbuh Bersama (bibit.id) mengubah susunan pengurus perusahaan menyusul permintaan maaf secara terbuka kepada nasabah dan PT Sinarmas Asset Management.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (28/5/2020), perseroan menunjuk Sigit Kouwagam, yang sebelumnya menduduki posisi Direktur, sebagai Presiden Direktur menggantikan Wellson Lo. 

“Perusahaan melakukan pergantian posisi direktur setelah adanya pertimbangan yang kurang tepat, terkait saran yang dikirimkan Bibit tentang produk reksa dana Sinarmas Asset Management.,” tulis Bibit dalam keterangan resmi.

Presiden Direktur Bibit Sigit Kouwagam menegaskan bahwa perusahaan akan terus fokus memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna aplikasi dan mitra lembaga keuangan. Secara khusus, dia menegaskan, Bibit tidak pernah meragukan kemampuan dan kekuatan Sinarmas Asset Management di industri reksa dana.

“Saran yang diberikan tentang produk reksa dana Sinarmas Asset Management pada 26 Mei 2020, tidak tepat,” kata Sigit.

Adapun sesuai dengan sistem S-INVEST tanggal 28 Mei 2020, nasabah sudah dapat kembali melakukan transaksi transaksi subscription dan switching atas produk Reksadana Sinarmas Asset Management seperti sebelumnya.

Sebelumnya pada 26 Mei 2020, Bibit mengirim surat edaran kepada nasabah terkait suspensi produk reksa dana Sinarmas Asset Management . Dalam surat itu, Bibit menyarankan nasabah agar melakukan penjualan atau redemption sebelum cut off time pukul 12.00 WIB, hari ini.

Terkait suspensi produk, Sinarmas Asset Manajemen telah memberikan penjelasan. Direktur Sinarmas AM Jamial Salim mengatakan investor tidak perlu khawatir terkait penerapan suspensi terhadap produk reksa dana besutan Sinarmas AM. 

Dia mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan volatilitas harga obligasi dan membuat likuiditas di pasar ketat. Hal tersebut membuat perseroan kesulitan mencapai harga jual yang wajar. 

“Namun seiring dengan membaiknya pasar, kami telah menyesuaikan harga aset dimaksud serta mengkomunikasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tulis Jamial dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (26/5/2020).

Tak berselang lama, Sinarmas Asset Management telah memberikan kuasa kepada Hotman Paris untuk mengambil tindakan hukum perdata dan pidana terhadap agen penjual reksa dana yang diduga menyebarkan informasi tidak sesuai dengan perintah Otoritas Jasa Keuangan.

PT Bibit Tumbuh Bersama selaku Agen Penjual Reksa Dana kemudian meminta maaf kepada PT Sinarmas Asset Management dan seluruh nasabah atau pemegang reksa dana atas informasi yang kami kirimkan pada 26 Mei 2020, tentang informasi suspensi atas produk reksa dana Sinarmas Asset Management

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top