Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Finansial Juara, IHSG Ditutup di Atas Level 4.700

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya dan berakhir naik lebih dari 1 persen pada perdagangan hari ini, Kamis (28/5/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  16:03 WIB
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung berada di dekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatannya dan berakhir naik lebih dari 1 persen pada perdagangan hari ini, Kamis (28/5/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 4.716,18 dengan kenaikan tajam 1,61 persen atau 74,63 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (27/5/2020), IHSG berakhir di level 4.641,55 dengan penguatan 0,32 persen atau 14,76 poin.

Penguatan indeks mulai berlanjut pada Kamis dengan menguat 0,84 persen atau 39,20 poin ke level 4.680,76 pada awal perdagangan. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak fluktuatif dalam kisaran 4.638,81–4.741,6.

Sebanyak 7 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di wilayah positif, dipimpin finansial (+3,92 persen) dan aneka industri (+3,15 persen). Tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin infrastruktur (-1,3 persen).

Tercatat 195 saham menguat, 196 saham melemah, dan 162 saham berakhir stagnan. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 6,6 persen dan 3,8 persen menjadi pendorong utama lonjakan IHSG.

Menurut Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, penguatan IHSG di antaranya ditopang oleh tren kenaikan bursa saham Amerika Serikat. Bursa saham AS menguat untuk hari ketiga didorong meningkatnya optimisme bahwa dampak negatif pandemi virus corona (Covid-19) terhadap ekonomi telah mencapai puncaknya.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham acuan S&P 500 ditutup naik tajam 1,48 persen atau 44,36 poin ke level 3.036,13 pada perdagangan Rabu (27/5/2020).

Indeks S&P 500 naik ke level tertingginya dalam 11 pekan dan bertahan di atas level 3.000, level teknis yang dipandang penting oleh para pengamat grafik.

Sejalan dengan S&P, indeks Nasdaq Composite menguat 0,77 persen atau 72,14 poin ke posisi 9.412,36 dan indeks Dow Jones Industrial Average bahkan berakhir melonjak 2,21 persen atau 553,16 poin ke level 25.548,27.

Bersama IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas pun berakhir di zona positif, antara lain indeks Nikkei 225 Jepang (+2,32 persen), Shanghai Composite China (+0,33 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (+1,32 persen).

Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong berakhir melemah 0,72 persen dan indeks Taiex Taiwan terkoreksi 0,64 persen.

Bursa Asia pada umumnya mampu bergerak positif bersama bursa Eropa saat kabar soal stimulus fiskal terbaru dari Eropa mengalahkan friksi antara Amerika Serikat dan China.

Indeks Stoxx Europe 600 dibuka di zona hijau untuk perdagangan hari keempat beruntun setelah Uni Eropa meluncurkan pengeluaran senilai total 2,4 triliun euro (US$2,6 triliun)untuk melawan dampak pandemi virus corona.

Di sisi lain, kontrak berjangka indeks S&P 500 berfluktuasi setelah para anggota parlemen China menentang Presiden Donald Trump dengan menyetujui proposal untuk undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

Indeks Hang Seng Hong Kong pun terkoreksi setelah AS menyatakan tidak dapat lagi memastikan otonomi politik Hong Kong dari China.

Keputusan itu dapat membuka peluang dijatuhkannya sanksi dan konsekuensi lain terhadap China maupun Hong Kong, mulai dari pembatasan visa, pembekuan aset para pejabat tinggi China, hingga penerapan tarif atas barang-barang yang datang dari Hong Kong.

Namun, saham-saham global mampu diperdagangkan di kisaran level terkuatnya sejak awal Maret di tengah harapan bahwa ekonomi tengah dalam keadaan membaik seiring dengan melonggarnya lockdown di banyak negara.

Meski angka kematian akibat Covid-19 di AS menembus 100.000 orang, bursa saham AS justru memperpanjang rally-nya pada perdagangan Rabu (27/5/2020) setelah Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard berpendapat ekonomi mungkin telah mencapai titik terendahnya.

“Saya pikir April kemungkinan besar adalah bulan terburuk karena saat itulah Anda semua melihat perintah penutupan di banyak yurisdiksi dan masyarakat tinggal di rumah dengan tingkat tertinggi,” ucap Bullard kepada wartawan pada Rabu.

“Bisa jadi kita telah melihat yang terburuk dari hal ini,” tambahnya, seperti dilansir melalui Bloomberg.

Di pasar mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mampu memangkas sebagian besar pelemahannya dan berakhir terdepresiasi hanya 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.715 per dolar AS, setelah sepanjang hari bergerak dalam kisaran 14.715-14.770.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

BBCA

+6,6

BBRI

+3,8

BMRI

+4,4

ASII

+4,4

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

Penurunan (persen)

UNVR

-2,1

TLKM

-1,3

EMTK

-6,8

HMSP

-0,8

Sumber: BEI

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Indeks BEI
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top