Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seluruh Sektor Positif, Indeks Stoxx Menguat di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,86 persen di awal perdagangan
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  15:12 WIB
Bursa Efek Frankfurt. -  Alex Kraus / Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa menguat di awal perdagangan hari Selasa (26/5/2020) menyusul langkah lebih lanjut pelonggaran pembatasan di negara-negara utama membantu mengimbangi kekhawatiran meningkatnya ketegangan geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 menguat 0,86 persen di awal perdagangan dengan seluruh 19 sektor menguat setelah Inggris mengumumkan langkah-langkah pembukaan kembali aktivitas bisnis dan Jerman mencatat penurunan jumlah kasus virus corona.

Sementara itu, kontrak berjangkan tiga bursa utama AS menguat pada penutupan Jumat, menandakan pembukaan positif di Wall Street pada perdagangan Selasa.

Chief Investment Officer of Core Investments at AXA Investment Managers Chris Iggo mengatakan bahwa dinamika pemulihan ekonomi setelah lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 dan pengembangan obat potensial adalah alasan utama pasar menjadi lebih positif.

Investor saat ini tengah mencerna sinyal pembukaan kembali ekonomi dari Jepang, Australia, hingga AS dan memberikan dorongan pada aset berisiko untuk bergerak lebih tinggi.

Untuk diketahui, Pemerintah Jepang telah mengakhiri keadaan darurat nasionalnya pada Senin (25/5/2020), sementara kenaikan dalam ekspektasi bisnis Jerman memberikan secercah harapan lain untuk pasar ekuitas.

Di sisi stimulus, pembuat kebijakan utama Bank Sentral Eropa Francois Villeroy de Galhau mengatakan, ada ruang untuk berinovasi dan bertindak dengan cepat dan kuat yang menandakan itu dapat meningkatkan program pembelian obligasi darurat.

 “Namun, sentimen-sentimen itu tidak berarti kita harus mengabaikan risiko penyebaran gelombang kedua, pertumbuhan ekonomi yang lemah, dan masalah geopolitik AS-China yang berkepanjangan," ujar Chris seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (26/5/2020).

Ketegangan antara AS dan China tetap menjadi fokus dalam beberapa perdagangan ke depan setelah China mengecam AS karena menambah 33 entitas China ke daftar hitam perdagangan. Kendati demikian, Negeri Panda itu tidak mengumumkan langkah pembalasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top