Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Saham LSIP Merosot 52 Persen YTD, Laba Triwulan I/2020 Naik 109 Persen

Dikutip dari Bloomberg, Jumat (22/5/2020) harga saham LSIP bertengger pada Rp710 untuk setiap lembar saham. Merosot dari nilai tertinggi sepanjang tahun berjalan yang berada pada harga Rp1.450 setiap lembarnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  11:19 WIB
harga saham LSIP ytd - Bloomberg
harga saham LSIP ytd - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) mencatkan pertumbuhan laba bersih hingga 109,8 persen pada kuartal I/2020 di tengah sentimen pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, dalam periode berjalan perseroan membukukan laba Rp81 miliar. Tumbuh 109,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp36,62 miliar.

Kenaikan laba ini terjadi ketika perseroan membukukan penurunan pendapatan 12,7 persen dari posisi Rp927,9 miliar pada kuartal I/2019 menjadi Rp810 miliar pada kuartal I/2020.

“Kenaikan laba itu terutama seiring dengan kenaikan ASP, laba selisih kurs dan penurunan beban umum dan administrasi di mana sebagian diimbangi oleh rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar aset biologis,” tulis Manajemen London Sumatra dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2020).

Dilihat lebih lanjut, penjualan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) masih menjadi kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Perusahaan membukukan penjualan CPO sebesar Rp755,7 miliar. Meski terbesar, nilai ini anjlok 12 persen secara year on year.

Pemberi kontribusi penjualan terbesar kedua adalah karet dengan capaian Rp38,23 miliar, diikuti benih sebesar Rp11,01 miliar, juga terdapat pendapatan lainnya Rp5,03 miliar.

Adapun, average selling price (ASP) perseroan untuk CPO naik 29 persen, sedangkan ASP palm kernel naik 14 persen year on year.

Perseroan juga berhasil mendapatkan keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp3,66 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu rugi Rp356 juta.

Emiten anak usaha Grup Salim itu pun berhasil meningkatkan EBITDA menjadi Rp267,3 miliar. Angka itu 103,9 persen lebih tinggi daripada perolehan kuartal I/2019 sebesar Rp131,1 miliar. Sementara itu, EBITDA margin perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini berhasil naik 33 persen.

Selain itu, perseroan mengaku telah berhasil mempertahankan posisi keuangan yang sehat dengan total aset Rp10,47 triliun yang termasuk posisi kas setara kas sebesar Rp1,39 triliun.

LISP pun mengaku tidak memiliki pendanaan melalui hutang dalam periode kuartal I/2020. Namun, total liabilitas yang harus ditanggung disajikan naik 9,4 persen ke level Rp1,8 trilun. Sementara itu, total ekuitas perseroan naik menjadi Rp8,58 triliun.

Di sisi lain, kinerja produksi perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini tidak begitu impresif. Emiten perkebunan sawit itu mencatatkan penurunan produksi TBS 10,2 persen year on year menjadi 306.808 ton. Dengan demikian, yield TBS yang dihasilkan juga merosot dari posisi 3,9 ton per hektare menjadi 3,6 ton per hektare.

Seiring dengan penurunan produksi TBS inti dan eksternal, produksi CPO juga turun 16 persen menjadi 80.465 ton.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pemegang saham London Sumatra di atas 5 persen yakni PT Salim Ivomas Pratama Tbk  sebanyak 59,48 persen serta masyarakat 40,47 persen. Selebihnya merupakan sham treasury maupun atas nama direksi dan komisaris. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG london sumatra indonesia grup salim
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top