Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Besok, Garuda Indonesia (GIAA) Bahas Perpanjangan Tenor dengan Pemegang Sukuk

Garuda Indonesia berencana menawarkan perpanjangan tenor hingga tiga tahun atau pembayaran pokok sukuk secara bertahap. Penawaran itu dilakukan seiring dengan masa jatuh tempo sukuk yang semakin dekat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  19:01 WIB
Aktivitas penerbangan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/12/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Aktivitas penerbangan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/12/2018). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. menunda penyampaian proposal perpanjangan tenor pembayaran sukuk global senilai US$500 juta yang akan jatuh tempo pada awal bulan depan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa pihaknya baru akan melakukan penawaran proposal kepada para pemegang sukuk pada Selasa (19/5/2020), atau besok.

“Belum ada update karena sepertinya ditunda acaranya, [diundur ke] besok,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2020).

Mulanya, perseroan berencana menyampaikan proposal penawaran kepada para pemegang sukuk tersebut pada hari ini. Tawaran diberikan dalam bentuk perpanjangan tenor pembayaran hingga 3 tahun atau pembayaran pokok secara bertahap.

Irfan juga menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan terkait pinjaman modal kerja yang akan diberikan oleh pemerintah. Menurutnya hingga saat ini belum ada kepastian terkait rencana tersebut.

Garuda Indonesia akan mendapatkan dana talangan modal kerja senilai Rp8,5 triliun lewat skema investasi non-permanen Pemerintah melalui special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Dana ini termasuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Emiten berkode saham GIAA ini memang tengah dirundung masalah likuiditas terkait utang jangka pendek dan merosotnya pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Sampai dengan kuartal I/2020, perseroan mengestimasi pendapatan telah turun sekitar 33 persen.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh perseroan untuk efisiensi, mulai dari renegosiasi kontrak dengan lessor hingga yang terbaru merumahkan pegawai. Perseroan juga meneken perpanjangan fasilitas pinjaman dengan Bank BRI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top